Cek Sebelum Liburan ke Eropa, 3 Negara Ini Paling Rawan Pencurian
Eropa adalah rumah bagi negara-negara indah yang memikat mata. Namun, jangan karena terlalu terpesona, sampai tidak sadar banyak pencuri berkeliaran di sekitar kamu.
Arizona State University mengatakan bahwa pencurian merupakan tindak kejahatan yang paling sering menimpa wisatawan. Barang yang dicuri atau dicopet bisa saja diganti dengan yang baru, tetapi kejadian seperti ini sangat membuat jengkel.
Liburan jadi penuh kegelisahan karena takut diintai oleh para pencuri. Terlebih lagi beberapa negara di Eropa terkenal akan aksi pencurian, pencopet, sampai pembobolan yang mengintai wisatawan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun pencurian bisa terjadi di mana saja, tetapi kamu perlu lebih meningkatkan kewaspadaan ketika berkunjung ke Eropa. Jangan-jangan destinasi liburan kamu termasuk salah satu negara yang merupakan 'markas besar' pencuri.
Pada Desember tahun lalu, perusahaan perdagangan Atmos merilis daftar destinasi Eropa dengan tingkat perampokan terhadap wisatawan tertinggi. Daftar ini dibuat berdasarkan tingkat kejahatan di negara tersebut seperti perampokan perumahan, pencurian atau perampokan umum, sampai insiden pencurian kendaraan.
Inggris Raya sendiri menempati posisi teratas di daftar ini. Diklaim sebagai negara Eropa yang tingkat pencuriannya paling tinggi, Inggris Raya adalah destinasi paling berbahaya di Eropa bagi para turis.
Seperti dilansir Travel and Leisure, ketika liburan ke negara ini dan menyewa rumah, maka kamu harus berhati-hati karena setiap tahunnya tercatat ada 254.000 perampokan rumah yang terjadi di sana. Ibaratnya, para pencuri berkeliaran dan merampok rumah setiap dua menit sekali, begitu cepat dan lihai.
Kalau kamu menyewa mobil selama liburan, hati-hati kendaraan yang kamu sewa itu menghilang dari parkiran. Penjahat yang berkeliaran setiap tahunnya berhasil mencuri 364.000 kendaraan di seluruh penjuru Inggris Raya.
Sementara itu, ketika kamu jalan-jalan ke destinasi populer di Inggris, jangan sampai lengah di tengah keramaian. Bisa jadi di antara kerumunan orang itu, ada pencuri yang menyamar dan memperhatikanmu dari jauh, menunggu saat yang tepat untuk mencuri barang berharga kamu.
Setiap tahun di Inggris tercatat 121.000 insiden pencurian atau pencopetan. Meskipun Inggris memiliki banyak destinasi menarik dan ikonik, mungkin saat turis berkunjung ke negara ini, mesti lebih waspada.
Selain Inggris Raya, Prancis disebut di urutan kedua. Siapa sangka negara yang arsitekturnya juara ini, dengan penuh destinasi romantis dan kota-kota terkenal, ternyata menjadi sarang pencuri.
Prancis mencatat sekitar 63.000 kasus perampokan setiap tahunnya. Kebanyakan terjadi di sekitar hotel mewah dan distrik perbelanjaan kelas atas. Bisa jadi para pencuri ini benar-benar niat mengintai turis yang berdompet tebal.
Sehubungan dengan hal ini, ketika kamu liburan ke Prancis kalau bisa jangan terlalu tampil dengan 'show off'. Meskipun orang-orang di Prancis khususnya Paris, selalu tampil trendy seperti julukannya 'Kota Mode', tetapi justru ini mencuri perhatian para penjahat.
Kebanyakan turis yang jadi korban pencopetan adalah mereka yang berjalan-jalan di Prancis menggunakan tas bermerek atau perhiasan mahal. Prancis mencatat ada 126.000 kasus pencopetan setiap tahun.
Negara Eropa selanjutnya atau ketiga yang rawan pencurian adalah Denmark, meskipun wilayahnya tidak terlalu besar tetapi banyak aksi pencurian yang terjadi. Hati-hati jika kamu liburan ke sini dan menyewa penginapan Airbnb, karena risiko perampokannya sangat tinggi.
Denmark mencatat 23.000 kasus pembobolan setiap tahunnya. Sementara untuk pencurian, setidaknya ada 160.000 orang yang menerima fakta bahwa barang bawaannya raib dicuri.
Jika ingin liburan ke Eropa tapi tidak mau terlalu gelisah dengan kasus-kasus pencurian seperti ini, kamu bisa pertimbangkan Latvia. Destinasi Eropa yang satu ini memiliki tingkat pencurian terendah di antara negara lain, dengan 700 kasus per tahun.
(ana/wiw)[Gambas:Video CNN]