Jepang Hidupkan Lagi Stasiun Tua Abad ke-19, Bakal Diubah Jadi Hotel
Setelah lama tak diurus, Stasiun Ichinomoto yang berusia ratusan tahun itu akhirnya merasakan kehangatan kembali. Stasiun kereta api ini tak lagi beroperasi, dan berubah menjadi hotel eksklusif bertema stasiun legendaris di Jepang.
Stasiun Ichinomoto memiliki bangunan kayu yang dibangun pada abad ke-19 di Jepang. Usianya sudah hampir 128 tahun, tetapi telah lama ia melewati tahun-tahun sepi sejak masa keemasannya berakhir.
Ichinomoto dibangun di era Meiji, tepatnya di tahun 1898. Berlokasi di kota Tenri, Prefektur Nara, Stasiun Ichinomoto ini beroperasi di Jalur JR Sakurai. Sejak saat itu, Ichinomoto ramai dilintasi oleh kereta api dan menjadi stasiun yang dituju oleh banyak orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bentuk dari bangunan ini sangat klasik, membuktikan bahwa ia adalah salah satu stasiun moyang di Jepang. Kayu berwarna coklat menjadi bangunan utamanya. Secara umum bentuknya juga sederhana, hanya bangunan persegi panjang dengan rel kereta api di bawahnya.
Walaupun sudah kuno, tetapi begitu otentik seperti melihat Jepang di masa lalu. Stasiun ini sudah melewati begitu banyak perubahan zaman di Jepang, tetapi ia seakan membeku dalam waktu. Bangunan ini masih bertahan dengan bentuk aslinya.
Masa kejayaannya telah lama usai, kini publik tak lagi sering mengunjungi Ichinomoto. Bahkan di tahun 2002, Stasiun Ichinomoto sudah tidak berawak, tidak ada lagi petugas yang menjaga di loket ataupun membantu penumpang yang hendak naik kereta dari stasiun ini.
Setiap hari kerja, masih ada 54 kereta yang masuk dan keluar dari stasiun tersebut, setidaknya mempertahankan detak jantung Ichinomoto agar terus hidup. Namun, tidak banyak penumpang yang datang, pada tahun 2025 hanya tercatat 1.848 orang yang mengunjunginya.
Stasiun Ichinomoto sangat berusaha keras untuk bertahan sebagai stasiun kereta api, tetapi perusahaan JR West yang mengelolanya saat itu mulai kewalahan.
Mereka kesulitan untuk memelihara bangunan kayu tua ini, hingga akhirnya memilih lepas tangan dan menyerahkan Ichinomoto kepada pemerintah Kota Tenri.
Pihak Kotamadya kemudian membuat sebuah sayembara untuk meminta ide, sebaiknya tindakan apa yang diambil terhadap stasiun berumur ini. Sebuah perusahaan manajemen akomodasi asal Kyoto, Risshisha Co., kemudian memiliki proposal proyek yang bagus.