Chongqing Dijuluki Ibu Kota Cyberpunk, Arsitektur Viral di Medsos

CNN Indonesia
Rabu, 18 Feb 2026 04:00 WIB
Chongqing merupakan kota terpadat di China dengan populasi lebih dari 30 juta jiwa. Keunikan tata kotanya yang sempat kurang terekspos kini justru menjadi daya tarik utama wisatawan dan konten kreator. iStockphoto/Sky_Blue
Jakarta, CNN Indonesia --

Kota Chongqing di barat daya China tengah menjadi sorotan global setelah dijuluki sebagai 'cyberpunk capital of the world' atau ibu kota cyberpunk dunia. Julukan itu mencuat seiring viralnya video arsitektur kota bertingkat yang mencengangkan dan ditonton jutaan kali di media sosial.

Mengutip Travel And Leisure, Selasa (17/2), terletak di pertemuan Sungai Yangtze dan Jialing serta dibangun di sepanjang Pegunungan Huaying, Chongqing memiliki lanskap naik-turun ekstrem yang membentuk tata kota tiga dimensi. Seseorang bisa berjalan di lantai dasar sebuah alun-alun besar, namun ternyata berada puluhan lantai di atas tingkat jalan lainnya.

Meski tak sepopuler Shanghai atau Beijing, Chongqing merupakan kota terpadat di China dengan populasi lebih dari 30 juta jiwa. Keunikan tata kotanya yang sempat kurang terekspos kini justru menjadi daya tarik utama wisatawan dan konten kreator.

Tim iChongqing, bagian dari Western China International Communication Organization, menyebut kota tersebut sebagai destinasi yang benar-benar unik.

"Chongqing benar-benar kota yang unik dan tiada duanya, bukan hanya di China tetapi juga di dunia," ujar mereka kepada Travel + Leisure.

Menurut mereka, Chongqing bukan hanya dikenal sebagai Kota Pegunungan dan Ibu Kota Jembatan, tetapi juga pusat industri penting yang kaya sejarah dan budaya modern. Kota ini menawarkan biaya hidup yang relatif terjangkau serta akses dekat ke berbagai keajaiban alam dan buatan manusia.

Salah satu situs bersejarah di kawasan ini adalah Dazu Rock Carvings, kompleks pahatan batu berusia abad ke-9 hingga ke-13 yang kini berstatus Warisan Dunia UNESCO. Terdapat lebih dari 10.000 ukiran yang dipahat di lereng bukit terjal.

Namun perhatian publik saat ini lebih banyak tertuju pada lanskap '8-D magical terrain' dan estetika urban tiga dimensi kota tersebut. Beberapa lokasi yang disebut mencerminkan nuansa cyberpunk antara lain Hongya Cave yang memadukan rumah panggung tradisional dengan gemerlap lampu malam dan latar futuristik Qiansimen Bridge.

Selain itu, Deyi World di kawasan Jiefangbei serta Nanbin Road Bell Tower Plaza dengan panorama Raffles City Chongqing yang memantul di sungai juga menjadi magnet wisata. Pemandangan terbaik kota dapat dinikmati dari Nan'an Yikeshu maupun dek observasi WFC Huixian Tower.

Salah satu lokasi paling viral adalah Liziba Station, di mana jalur monorel Line 2 melintas menembus bangunan apartemen. Kereta melintas setiap sekitar lima menit dan menjadi objek foto favorit wisatawan.

Selain arsitektur dan infrastruktur unik, Chongqing juga terkenal dengan kuliner bercita rasa kuat, khususnya hot pot. Kota ini bahkan memiliki restoran hot pot terbesar di dunia, Pipa Yuan Hot Pot, yang memegang rekor Guinness World Records dengan kapasitas 5.851 tamu.

Destinasi hot pot lain yang populer antara lain Badao Tang Hot Pot Villa di perbukitan Nanshan serta Dongting Hot Pot yang berada di dalam gua bekas bunker perlindungan udara. Bagi warga lokal, restoran hot pot terbaik adalah yang berada dekat rumah karena menyimpan kenangan tersendiri.

Lonjakan turis ke Chongqing juga didorong kebijakan bebas visa transit 144 jam dan 240 jam yang mempermudah kunjungan wisatawan asing. Melalui unggahan media sosial, semakin banyak orang di seluruh dunia mengenal kota yang memadukan lanskap futuristik dengan keramahan tradisional tersebut.

"Melalui lensa mereka, semakin banyak orang di seluruh dunia yang menemukan kota China bergaya cyberpunk, namun tetap hangat dan ramah," kata tim iChongqing.

(ldy/mik)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK