Waspada Virus Nipah, Gejalanya Mirip Flu Tapi Bisa Sebabkan Kematian

CNN Indonesia
Minggu, 22 Feb 2026 05:40 WIB
Ilustrasi. Waspada virus nipah, bisa sebabkan kematian. (iStockphoto/jarun011)
Jakarta, CNN Indonesia --

Demam tinggi yang muncul mendadak, disertai gangguan pernapasan hingga penurunan kesadaran, tidak boleh dianggap sepele. Dalam sejumlah kasus infeksi tertentu, gejala tersebut bisa menjadi tanda penyakit serius yang berkembang cepat dan berisiko fatal.

Salah satu yang perlu diwaspadai adalah Virus Nipah.

Meski hingga saat ini belum ditemukan kasus Virus Nipah di Indonesia, ancamannya tetap menjadi perhatian. Virus ini dikenal memiliki tingkat kematian tinggi dan kemampuan menular dari hewan ke manusia.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Bethsaida Hospital Gading Serpong, Timoteus Richard mengatakan, penyakit dengan fatalitas tinggi menuntut kewaspadaan sejak awal.

"Penyakit infeksi dengan fatalitas tinggi seperti Virus Nipah menuntut kewaspadaan sejak gejala awal. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang optimal," kata dia dalam keterangannya.

Virus Nipah sendiri merupakan penyakit infeksi akibat virus Nipah (NiV), virus RNA dari kelompok Paramyxovirus. Virus ini pertama kali diidentifikasi pada 1999 di Malaysia dan Singapura, terutama di wilayah peternakan babi.

Virus Nipah tergolong penyakit zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia. Reservoir alaminya adalah kelelawar pemakan buah, sementara hewan perantara seperti babi dapat mempercepat penularan ke manusia.

Infeksi ini dapat menyerang berbagai organ penting, terutama saluran pernapasan dan sistem saraf. Dalam kondisi berat, pasien dapat mengalami radang otak (ensefalitis), gangguan pernapasan akut, hingga koma dalam waktu singkat.

Apakah berpotensi menjadi wabah?

Potensi wabah tetap ada, meski kasusnya tergolong langka. Beberapa faktor yang meningkatkan risiko antara lain:

• Indonesia memiliki habitat alami kelelawar buah sebagai reservoir virus

• Belum tersedia vaksin maupun antivirus spesifik

• Mobilitas perjalanan internasional yang tinggi, termasuk ke negara dengan riwayat kasus seperti Indiadan Bangladesh

• Risiko imported case dari pelaku perjalanan

"Walaupun belum ada kasus di Indonesia, kewaspadaan tetap penting. Mobilitas global yang tinggi membuat risiko penyakit lintas negara tidak bisa diabaikan," kata Timoteus.

Ketiadaan vaksin dan terapi antivirus khusus membuat deteksi dini dan penanganan suportif menjadi langkah utama dalam mengurangi risiko kematian.

Gejala yang perlu diwaspadai

Gejala Virus Nipah umumnya muncul dalam 5-14 hari setelah paparan, meski pada beberapa kasus bisa lebih cepat atau lambat.

Gejala awal yang sering muncul meliputi:

• Demam tinggi mendadak

• Sakit kepala berat

• Nyeri otot

• Mual dan muntah

• Tubuh terasa sangat lemas

Jika kondisi memburuk, dapat muncul gejala berat seperti:

• Batuk dan sesak napas

• Gangguan pernapasan akut

• Penurunan kesadaran

• Kejang

• Radang otak (ensefalitis)

"Gejala awal Virus Nipah sering menyerupai infeksi biasa. Namun, bila disertai penurunan kesadaran atau gangguan napas, kondisi ini harus segera ditangani di fasilitas kesehatan," tegasnya.

Pada kondisi berat, pasien dapat mengalami penurunan kesadaran secara cepat hingga koma. Karena itu, respons medis yang sigap menjadi faktor penentu keselamatan pasien.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK