Rahasia Kulit Glowing Saat Puasa, Cegah Kering dan Berjerawat

CNN Indonesia
Minggu, 22 Feb 2026 09:22 WIB
Ilustrasi. Saat puasa, kulit juga bisa mengalami dehidrasi, lakukan perawatan yang sesuai dengan masalahnya. (Getty Images/iStockphoto/Lordn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bulan Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga. Perubahan pola makan dan jam tidur selama berpuasa juga ikut memengaruhi kondisi kulit.

Tak sedikit orang mengeluhkan wajah terasa lebih kering, kusam, bahkan muncul jerawat menjelang Lebaran.

Founder DERMAVers Klinik, Dokter Lusiyanti, mengatakan dehidrasi memang menjadi persoalan utama kulit selama puasa.

"Kalau bulan Ramadhan kan sudah pasti akan kekurangan cairan, kulitnya juga akan mengalami dehidrasi. Jadi sudah pasti kita mesti ekstra kasih pelembap, kemudian krim malamnya juga nggak boleh lewat," ujar Lusiyanti dalam keterangannya.

Menurut dia, kulit yang dehidrasi akan mengalami perlambatan regenerasi. "Kalau kulit dehidrasi, turnover-nya lebih lambat daripada yang terhidrasi dengan baik," katanya.

Artinya, sel kulit mati menumpuk lebih lama dan membuat wajah tampak kusam.

Selain kulit kering, jerawat dan komedo juga kerap 'meramaikan' wajah saat Ramadan. Penyebabnya sering kali bukan semata faktor hormon, melainkan kebiasaan saat santap makanan berbuka.

"Biasanya salah satunya juga jerawat. Karena kalau lagi buka puasa kan suka makan yang manis-manis. Itu menaikkan gula darah dan langsung melonjak. Itu tidak bagus untuk hormon pembentuk jerawat atau komedo," jelas Lusiyanti.

Lonjakan gula darah memicu peningkatan hormon tertentu yang berperan dalam produksi minyak berlebih. Jika ditambah konsumsi gorengan dan makanan berlemak, pori-pori semakin mudah tersumbat.

Ia menyarankan agar urutan berbuka tidak dimulai dari makanan manis.

"Jangan start dari yang manis dulu. Mesti yang berserat dulu, kemudian protein, baru nanti yang manis. Jangan dibalik," tegasnya.

Perawatan kulit saat Ramadan

Dalam kesempatan itu, Lusiyanti juga membagikan tips perawatan untuk kulit yang sudah terlanjur kering. Beberapa bisa dilakukan, bahkan dia menyarankan agar perawatan fokus pada hidrasi kulit.

"Untuk kulit kering biasanya kita anjurkan skin booster, karena hyaluronic acid sudah pasti lebih menarik air," ujarnya.

Menurutnya, kulit kering justru menjadi kontraindikasi untuk tindakan berbasis panas seperti Oligio X, salah satu metode perawatan modern untuk peremajaan kulit.

"Kalau kulitnya sedang kering, jangan dulu. Jadi ke skin booster saja dulu," katanya.

Skin booster biasanya tersedia dalam berbagai jenis. Mulai dari kombinasi koktail hingga Profhilo, Plinest, Rejuran, NCTF, bahkan DNA salmon. Semua ditujukan untuk memperbaiki kualitas kulit dari dalam dengan meningkatkan kelembapan dan elastisitas.

Dia juga menjelaskan downtime skin booster relatif minim. Prosedur dilakukan dengan alat khusus yang menggunakan jarum berukuran sangat kecil.

"Habis disuntik paling bekasnya dua jam sudah hilang. Tapi hasilnya biasanya terlihat optimal sekitar dua minggu," jelasnya.

Karena itu, bagi yang ingin tampil glowing saat Lebaran, ia menyarankan melakukan perawatan setidaknya dua minggu sebelum Hari Raya.

Dia juga menyinggung soal anggapan banyak orang mengira yang mengidentikan glowing dengan kulit putih atau cerah. Padahal, kata Lusiyanti, kunci utama glowing adalah kulit yang sehat dan terhidrasi.

Untuk mendapatkan kulit glowing yang sehat, perawatan seperti Pico Majesty bisa dilakukan yang memang lebih fokus untuk pigmentasi dan anti-aging, bukan hidrasi.

"Glowing iya, karena dengan cerah bebas noda pasti lebih keluar auranya." ujarnya.

Di luar perawatan klinis, kunci utama tetap ada pada rutinitas harian. Pelembap wajib digunakan, terutama saat malam hari. Asupan cairan juga perlu dioptimalkan saat sahur dan berbuka agar kebutuhan hidrasi tubuh terpenuhi.

(tis/tis)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK