Prancis Pecahkan Rekor, Diserbu 102 Juta Turis Sepanjang 2025
Prancis kembali membuktikan diri sebagai raja pariwisata dunia. Negara ini sukses mempertahankan posisinya sebagai destinasi paling banyak dikunjungi, dengan mencatat rekor baru 102 juta wisatawan sepanjang 2025.
Capaian tersebut melampaui rekor tahun sebelumnya yang menembus 100 juta kunjungan. Tak hanya dari sisi jumlah pelancong, pendapatan sektor pariwisata Prancis juga ikut terdongkrak.
Sepanjang 2025, pemasukan dari industri ini mencapai 77,5 miliar euro atau sekitar Rp1,5 kuadriliun, naik 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pesona Prancis memang nyaris tak tertandingi. Dari romantisme Paris yang ikonik, hamparan lavender di Provence, hingga resor ski mewah di Pegunungan Alpen, setiap sudutnya menawarkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.
Strategi jangka panjang menjadi salah satu kunci keberhasilan Prancis menjaga tahtanya. Infrastruktur pariwisata terus dikembangkan dan diperkuat, sehingga mampu menopang lonjakan kunjungan.
Selain itu, berbagai wilayah di Prancis memiliki daya tarik musiman yang berbeda, membuat arus wisatawan mengalir sepanjang tahun.
Ambisi Prancis pun belum berhenti. Pemerintah menargetkan pendapatan pariwisata mencapai 100 miliar euro atau sekitar Rp1,9 kuadriliun pada 2030. Namun, di balik gemilang angka tersebut, muncul tantangan serius berupa overtourism.
Pada 2025, warga Montmartre, kawasan ikonik di Paris, sempat melakukan protes. Mereka menilai lingkungan tempat tinggalnya berubah menjadi 'Disneyfication', terasa seperti taman hiburan buatan alih-alih kawasan hunian.
Warga mengeluhkan membludaknya rombongan turis, menjamurnya tuk-tuk, hingga maraknya akomodasi sewa jangka pendek. Kepadatan ini banyak dipicu oleh tingginya kunjungan ke Basilique du Sacré-Cœur yang kini menjadi magnet utama wisatawan.
Bahkan, jumlah kunjungan ke basilika tersebut mencapai 11 juta orang per tahun, melampaui angka kunjungan ke Menara Eiffel.
Isu overtourism tak hanya terjadi di Paris, melainkan telah menjadi persoalan nasional. Pada 2023, Menteri Pariwisata Prancis, Olivia Grégoire, menyerukan pengelolaan arus wisatawan secara lebih terukur, terutama di destinasi populer seperti Mont-Saint-Michel.
Di tengah sorotan itu, Prancis kini dihadapkan pada dua sisi mata uang, mempertahankan status sebagai destinasi nomor satu dunia, sekaligus memastikan warganya tetap nyaman tinggal di rumah sendiri.
(ana/tis)