Pernah Tiba-tiba Lemas dan Kembung Saat Naik Pesawat? Ini Penyebabnya
Beberapa orang mungkin sudah berencana untuk produktif selama penerbangan, entah itu untuk menyelesaikan pekerjaan atau membaca buku. Namun, ketika berada di pesawat, rencana itu seringkali gagal, karena tubuh tiba-tiba terasa tidak enak, lemas atau kembung.
Kondisi ini sering disebut sebagai kelesuan di udara, yaitu ketika tubuh mendadak kelelahan luar biasa dan perut terasa kembung (bloating). Kondisi ini sering dialami oleh penumpang ketika naik pesawat, dan merupakan hal normal karena disebabkan oleh faktor fisiologis.
Penyebab utama tidak enak badan selama di pesawat adalah karena rutinitas tubuh yang terganggu. Bisa dikatakan, tubuh merasa terkejut karena jadwal hariannya berantakan. Ini seperti yang diungkapkan para profesional medis.
"Ketika penerbangan, kita keluar dari rutinitas kita yang biasanya. Ini mengganggu apa yang biasa dilakukan oleh tubuh kita," kata Dokter Umum National Health Service sekaligus ahli medis Staysure, Asimah Hanif, mengutip Indy100.
Ia juga menyoroti bahwa jam makan dan menu makanan yang tidak biasa dikonsumsi bisa mempengaruhi pencernaan. Ketika naik pesawat di penerbangan dini hari (pukul 01.00-05.00), mungkin penumpang disajikan menu sarapan seperti telur dadar.
Menu ini kemudian dimakan tetapi tidak sesuai dengan jam makan biasanya (waktu sarapan sekitar pukul 06.00-09.00). Waktu makan dan menu makanan yang berubah ini membuat pencernaan terganggu.
"Dampak dari gabungan keduanya, makan menu yang tidak biasanya di luar jam makan, dapat mengganggu pencernaan dan menyebabkan kelesuan," jelas Hanif.
Spesialis Gastroenterologi di Nuffield Health Haywards Heath Hospital, Mark Austin sependapat akan hal ini. Ia mengatakan, penerbangan di waktu-waktu yang tidak biasa (seperti terlalu pagi atau terlalu malam), dapat berdampak terhadap kondisi fisiologis (cara kerja alami tubuh) seseorang.
"Ini dapat melepaskan hormon stress dan membuat Anda merasa kurang nafsu makan, kembung, dan tidak nyaman," kata Austin.
Kondisi tersebut akan semakin diperparah jika seseorang tidak cukup tidur. Austin menjelaskan, bahwa banyak penumpang yang selama naik pesawat kesulitan untuk tidur dan beristirahat.
Sementara itu, kurang tidur dapat berdampak terhadap sistem pencernaan dan mempengaruhi perasaan (mood) seseorang. Ditambah lagi, kabin pesawat memiliki tekanan yang lebih rendah dan udaranya lebih kering, ini membuat tubuh semakin tidak enak.
"Ketika Anda terbang di ketinggian, tekanan kabin udara akan berubah dan Anda juga mendapat kadar oksigen yang lebih rendah. Ini dapat mempengaruhi pencernaan dan menghabiskan energi Anda (membuat lesu)," tambahnya.
Jadi, dapat disimpulkan, ketika naik pesawat tubuh akan mudah lesu, kelelahan, dan merasa kembung. Ini disebabkan oleh adanya perubahan jam makan, menu yang dimakan, kurang tidur, tekanan kabin dan dehidrasi karena udara yang kering. Faktor-faktor ini yang memicu kelesuan di udara.
(ana/wiw)