KULTUM KEMULIAAN RAMADAN

Jangan Remehkan, Dosa Kecil Bisa Mendapat Murka Allah SWT

CNN Indonesia
Minggu, 01 Mar 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Dosa kecil bisa berubah menjadi dosa besar dan menimbulkan kemurkaan Allah, jadi janganlah dianggap remeh. (iStock/Andranik Hakobyan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia acap melakukan kesalahan. Ini merupakan hal wajar, asal kita kemudian menyadarinya dan bertobat. Namun jangan sekali-kali meremehkan dosa kecil.

Dalam makalah Syekh Nawawi al-Bantani, disebutkan janganlah menghitung atau menganggap dosa sebagai sesuatu yang kecil. Hal ini karena dosa kecil bisa bercabang-cabang lalu mengakibatkan munculnya dosa besar. Terkadang, dosa kecil juga bisa memunculkan kemurkaan Allah SWT.

"Memang ada dosa kecil, ada dosa besar, tapi itu dikaitkan dengan kemaslahatan dan kemafsadatan atau kerusakan, keburukan dalam kaitannya dengan kehidupan manusia," ujar ulama sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia pada Jumat (27/2).

Lebih lanjut Ma'ruf menjelaskan, dampak kerusakan dari suatu dosa di dunia bisa kecil atau besar. Itulah mengapa ada istilah dosa kecil dan dosa besar.

Namun jika dilihat dari sisi perintah Allah, sebenarnya dosa tidak memiliki ukuran. Semua dosa sama di hadapan-Nya.

Allah SWT memiliki hak untuk ditaati dan tidak dimaksiati oleh hamba-Nya. Oleh karena itu, kita tidak boleh menganggap remeh dosa kecil, meski tampaknya tak berdampak besar bagi kehidupan.

"Tidak ada dosa besar yang lebih besar setelah kufur atau kafir kepada Allah, syirik kepada Allah, [dan] menganggap remeh hak Allah. Menaati Allah itu haknya Allah, yang menjadi kewajiban hamba-Nya," tutur Ma'ruf.

Ma'ruf mencontohkan dosa kecil melalui sebuah riwayat di zaman Rasulullah SAW. Ada seseorang yang makan dengan tangan kiri. Ketika itu Rasulullah memintanya untuk makan dengan tangan kanan.

Orang tersebut menolak, ia tak mau melakukannya. Rasulullah mendoakan, mudah-mudahan tangan kanannya tak bisa digunakan. Akhirnya, orang tersebut betul-betul tidak bisa mengangkat tangan kanannya akibat ketakaburannya.

"Karena dia menganggap remeh perintah Allah untuk makan dengan tangan kanan, akhirnya mendapat murka Allah SWT," ucap Ma'ruf.

Kisah lain menunjukkan hal sebaliknya, yakni kisah Bisyr al-Hafi. Dahulu, ia seorang berandalan yang sudah banyak melakukan maksiat.

Hidupnya berubah ketika ia menyelamatkan secarik kertas bertuliskan nama Allah yang diinjak-injak orang. Ia membeli minyak wangi, mewangikan kertas itu, kemudian menaruhnya di atas pagar dan memberinya penghormatan.

Pada suatu malam, terdengar suara yang berkata bahwa Bisyr akan diharumkan namanya di dunia dan akhirat karena sudah mengagungkan serta mengharumkan nama Allah.

Hal ini membuat Bisyr al-Hafi jadi bertobat. Semenjak itu ia terus bertobat hingga tak pernah lagi memakai alas kaki. Itulah mengapa ia dinamakan Bisyr al-Hafi, alias "Bisyr yang tidak pakai alas kaki."

Melalui sejumlah contoh kisah ini, Ma'ruf mengatakan bahwa dosa kecil sebenarnya bisa dihapus dengan kebaikan-kebaikan.

"Tapi kalau dia atas dasar kesombongan meremehkan perintah Allah, dia berubah menjadi dosa besar. Karena dosa paling besar adalah meremehkan perintah Allah," kata Ma'ruf.

Ma'ruf berpesan, semoga kita bisa menghindari dosa sekecil apa pun. Hal ini demi menjaga kehormatan dan penghormatan kita kepada Allah SWT. Karena menaati Allah dan tidak maksiat kepada-Nya merupakan hak kita sebagai manusia.

(rti)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Jangan Meremehkan Dosa Kecil

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK