Sering Lemas Saat Puasa? Ini Kesalahan Saat Sahur dan Buka
Banyak orang mengeluh tubuh terasa lemas, pusing, bahkan sulit berkonsentrasi saat berpuasa. Padahal, sahur tidak pernah terlewat dan berbuka terasa 'lengkap'.
Jika Anda mengalami hal serupa, bisa jadi penyebabnya bukan karena kurang makan, melainkan pola makan yang kurang tepat.
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Pondok Indah, Puri Indah, Raissa Edwina Djuanda, menjelaskan bahwa ada sejumlah kesalahan umum yang kerap dilakukan saat sahur dan berbuka. Kesalahan ini membuat gula darah tidak stabil dan tubuh lebih cepat kehilangan energi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak orang merasa sudah makan cukup saat sahur, tetapi komposisi gizinya tidak seimbang. Ini yang menyebabkan energi cepat turun di siang hari," ujar Raissa dalam keterangannya.
Kesalahan saat sahur
Sahur seharusnya menjadi fondasi energi sepanjang hari. Namun, beberapa kebiasaan berikut justru membuat tubuh mudah drop:
1. Terlalu banyak karbohidrat sederhana
Mengonsumsi nasi putih berlebihan, mi instan, atau roti manis memang terasa mengenyangkan. Namun, jenis karbohidrat sederhana ini membuat gula darah cepat naik, lalu turun drastis.
Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lemas dan lapar sebelum waktu berbuka.
2. Kurang protein dan lemak sehat
Protein dan lemak sehat membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama. Tanpa keduanya, energi menjadi tidak stabil dan rasa lapar datang lebih cepat.
3. Kurang cairan
Dehidrasi ringan kerap tidak disadari. Padahal, kekurangan cairan bisa memicu pusing, sakit kepala, hingga rasa lemah. Minum dalam jumlah cukup sejak berbuka hingga sahur sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
4. Melewatkan sayur dan serat
Serat membantu menjaga kestabilan gula darah. Tanpa asupan sayur dan buah yang memadai, lonjakan dan penurunan energi terjadi lebih cepat.
Kesalahan saat berbuka
Setelah menahan lapar dan haus seharian, keinginan untuk 'balas dendam' kerap sulit ditahan. Padahal, pola makan berlebihan saat berbuka justru bisa membuat tubuh terasa makin lelah.
1. Makan berlebihan dalam sekali waktu
Lonjakan gula darah yang terlalu cepat dapat menyebabkan rasa mengantuk dan lelah setelah makan. Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri, bukan langsung menerima asupan dalam jumlah besar.
2. Terlalu banyak gorengan dan makanan berlemak
Makanan tinggi lemak membuat kerja lambung menjadi lebih berat. Alih-alih segar kembali, tubuh justru terasa begah dan lemah.
3. Minuman manis berlebihan
Minuman manis memang menggoda saat berbuka. Namun konsumsi berlebihan bisa menyebabkan 'energy crash' yaitu kondisi saat energi tubuh tiba-tiba merosot drastis setelah lonjakan gula darah.
Pola makan yang dianjurkan
Raissa menyarankan agar sahur dan berbuka diisi dengan kombinasi karbohidrat kompleks, protein, lemak sehat, serta serat. Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, kentang, atau oat dicerna lebih lambat sehingga energi bertahan lebih lama.
Selain itu, perhatikan juga pembagian porsi makan. Satu piring idealnya diisi dengan seperempat bagian karbohidrat, seperempat bagian lauk pauk sebagai sumber protein, serta setengah bagian sayur dan buah.
"Yang terpenting bukan hanya jumlahnya, tetapi komposisinya. Tubuh membutuhkan energi yang stabil, bukan lonjakan sesaat," jelas Raissa.
Tak kalah penting, cukupi kebutuhan cairan secara bertahap sejak berbuka hingga sahur. Dengan pola makan seimbang dan terukur, puasa bisa dijalani dengan tubuh yang tetap bertenaga sepanjang hari.
(tis/tis)[Gambas:Video CNN]


