Angka Suspek Campak di RI Naik 3 Kali Lipat dalam 3 Tahun Terakhir

CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 11:00 WIB
Ilustrasi. Tren kasus suspek campak disebut mengalami peningkatan tajam dalam tiga tahun terakhir. (iStockphoto/RomoloTavani)
Jakarta, CNN Indonesia --

Campak kembali jadi sorotan usai Australia menemukan kasus impor dari Indonesia. Tren kasus campak sendiri disebut relatif meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni mengatakan, peningkatan mencapai lebih dari tiga kali lipat.

Grafik Kemenkes menunjukkan ada 2 ribu kasus suspek campak pada Januari 2024. Angkanya meningkat menjadi 5 ribu kasus suspek pada Januari 2025, dan semakin melonjak pada Januari 2026 menjadi 7.060 kasus suspek.

"Memang terjadi kenaikan jumlah kasus, dan kita bandingkan year on year lebih tinggi di Januari 2026," ujar Andi dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/2).

Andi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap peningkatan kasus suspek dalam beberapa tahun terakhir ini.

Sepanjang 2025, misalnya, ada 116 kejadian luar biasa (KLB) campak yang tersebar di 89 kabupaten/kota. Jumlah kasus suspek mencapai 63.760, dengan 11.094 di antaranya terkonfirmasi di laboratorium.

Dari seluruh kasus, sebanyak 69 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Lima provinsi dengan KLB campak terbanyak sepanjang 2025 adalah Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Tren KLB campak belum sepenuhnya mereda pada awal tahun 2026. Hingga pekan ke-7, tercatat ada 21 KLB campak di 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi.

Total kasus campak sendiri hingga pekan ke-7 mencapai 8.224 kasus suspek. Sebanyak 572 di antaranya sudah terkonfirmasi laboratorium, dan 4 di antaranya meninggal dunia.

Kendati demikian, angka kematian atau case fatality rate (CFR) campak mengalami penurunan. Di tahun 2025, angka CFR campak tercatat 0,1 persen. Angkanya menurun menjadi 0,05 persen pada tahun 2026.

"Artinya, secara fatalitas, kita lebih baik," ujar Andi.

(asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK