Bundaran HI Akan Jadi Pusat Rangkaian Nyepi di Jakarta

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Feb 2026 21:30 WIB
Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat akan menjadi pusat kemeriahan perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret.
Ilustrasi. Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) di Jakarta Pusat akan menjadi pusat kemeriahan perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) akan menjadi pusat kemeriahan perayaan Hari Raya Nyepi di Jakarta pada 19 Maret. Sejumlah kegiatan disiapkan Pemprov DKI sebagai bentuk menghormati hari suci umat Hindu itu.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengonfirmasi bahwa ikon ibu kota tersebut akan dihiasi dengan atribut khas Bali yang belum pernah ada sebelumnya di lokasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bundaran HI pada saat Nyepi, kami akan ada pawai ogoh-ogoh dan juga akan ada penjor di sini. Yang mungkin belum pernah ada penjor dipasang di Bundaran HI. Nanti akan kami pasang penjor ada di Bundaran HI," ujar Pramono di Jakarta Pusat, Jumat (27/2).

Langkah itu diambil Pramono sebagai perwujudan komitmennya untuk memperlakukan seluruh agama secara setara di Jakarta.

Ia menegaskan posisinya sebagai gubernur bagi semua umat dan beraspirasi agar setiap hari besar keagamaan, mulai dari Natal, Imlek, Ramadan, Idul Fitri, hingga Nyepi dapat dirayakan dengan semarak di Jakarta.

[Gambas:Video CNN]

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati merincikan rangkaian acara akan terbagi dalam empat klaster utama.

Klaster tersebut meliputi kegiatan keagamaan inti, seperti Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi, dan Ngembak Geni, serta klaster sosial, festival budaya, pendidikan, parade ogoh-ogoh dan Dharma Santi sebagai ajang silaturahmi.

Kegiatan tersebut akan tersebar di beberapa wilayah, yakni Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Prosesi Melasti dijadwalkan berlangsung pada 15 Maret di Pura Segara, Jakarta Utara, yang akan dihadiri umat Hindu se-DKI Jakarta. Adapun Tawur Agung bakal digelar di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, pada 18 Maret.

Selain ritual keagamaan, panitia juga telah menyusun berbagai program sosial dan budaya sebagai upaya memperkuat citra Jakarta sebagai kota yang toleran dan kaya akan budaya.

Beberapa di antaranya adalah bakti sosial, aksi donor darah, layanan pengobatan gratis, seminar edukasi mengenai literasi keuangan dan pengembangan UMKM, festival budaya serta parade ogoh-ogoh di berbagai ruang publik.

(antara/chri)