UEA Jamin Makan dan Akomodasi Turis Telantar Imbas Penerbangan Ditutup

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 13:30 WIB
Pemerintah Uni Emirat Arab atau UEA bergerak cepat menjamin kenyamanan para pelancong yang terlantar akibat penutupan wilayah udara.
Ilustrasi turis telantar di Bandara Dubai, UEA. (REUTERS/Rula Rouhana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Uni Emirat Arab atau UEA bergerak cepat menjamin kenyamanan para pelancong yang terlantar akibat penutupan wilayah udara.

Seluruh biaya penginapan hingga konsumsi turis yang gagal terbang dipastikan akan ditanggung sepenuhnya oleh negara hingga situasi kembali normal.

Mengutip The Nationalnews, Senin (2/3/2026), Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Abu Dhabi (DCT Abu Dhabi) telah menginstruksikan seluruh hotel untuk memperpanjang masa inap tamu yang terdampak krisis keamanan di kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hotel diminta memperpanjang masa tinggal para tamu yang tidak bisa melanjutkan perjalanan. Seluruh biaya tersebut akan ditanggung oleh DCT Abu Dhabi," tulis pernyataan resmi otoritas pariwisata tersebut.

Kebijakan ini merupakan langkah darurat menyusul keputusan Otoritas Penerbangan Sipil Umum UEA (GCAA) untuk menutup ruang udara demi keselamatan penerbangan.

Langkah ini diambil setelah meningkatnya eskalasi konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang mengakibatkan rudal melintas di atas kawasan Teluk sejak Sabtu (28/2).

GCAA memperkirakan sedikitnya 20.200 penumpang terkena dampak pembatalan dan penjadwalan ulang penerbangan. Ribuan penumpang tersebut kini telah dievakuasi ke penginapan sementara dan mendapatkan fasilitas kebutuhan dasar sembari menunggu proses pemesanan ulang tiket.

Di tengah ketegangan militer, aksi kemanusiaan justru mengalir deras dari pelaku usaha di Dubai. Perusahaan penyewaan rumah liburan, Arabnb Homes, menjadi salah satu pionir dengan membuka pintu apartemen mereka secara cuma-cuma bagi keluarga yang terjebak.

Hreshan Raheja, pendiri Arabnb Homes, menegaskan bahwa dalam situasi genting seperti ini, rasa aman jauh lebih berharga daripada profit.

"Jika Anda terjebak di Dubai malam ini, kami membuka beberapa apartemen kami sepenuhnya tanpa biaya. Yang dibutuhkan orang saat ini bukan sekadar tempat tinggal, tapi kepastian bahwa ada yang peduli," ujar Raheja.

Aksi ini memicu efek domino positif. Setidaknya 250 pemilik properti lainnya di Dubai turut terinspirasi untuk menawarkan hunian gratis.

Langkah serupa juga diambil oleh Danube Properties yang memprioritaskan akomodasi gratis bagi lansia dan keluarga yang membawa anak-anak.

Solidaritas antara pemerintah dan sektor swasta ini menjadi oase di tengah ketidakpastian keamanan kawasan, sekaligus memastikan bahwa para turis tetap mendapatkan perlindungan maksimal selama berada di UEA.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]