Minum Oralit agar Tidak Dehidrasi saat Puasa, Perlu Enggak?
Saat Ramadhan, muncul anggapan bahwa minum oralit saat sahur bisa membantu mencegah dehidrasi selama puasa. Larutan elektrolit ini dianggap mampu menjaga tubuh tetap terhidrasi lebih lama dibandingkan air putih biasa.
Dokter spesialis gizi Johanes Chandrawinata menegaskan bahwa konsumsi oralit pada orang sehat tidak diperlukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minum oralit menambah asupan gula dan garam, padahal tidak diperlukan pada orang sehat," ujar Johanes kepada CNNIndonesia.com, Jum'at (27/2).
Menurutnya, kebutuhan cairan saat puasa sebenarnya bisa dipenuhi dengan air putih dalam jumlah yang cukup. Tidak ada keharusan menambahkan larutan elektrolit jika tidak ada kondisi medis tertentu.
Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat tetap mengandalkan air putih untuk menjaga hidrasi selama Ramadan.
"Jadi sebaiknya cukup air putih saja," katanya.
Johannes menjelaskan bahwa kebutuhan cairan harian umumnya dapat dicukupi dengan pola minum yang teratur sejak berbuka hingga sahur.
"Minum air 2 gelas pada saat sahur, 2 gelas pada saat berbuka puasa, dan 4 gelas setelah berbuka puasa. Asupan 2 liter per hari biasanya cukup," jelasnya.
Dengan pembagian tersebut, kebutuhan cairan harian sekitar dua liter tetap terpenuhi meski tidak minum sepanjang hari.
Ia tidak merekomendasikan penggunaan oralit secara rutin untuk orang sehat yang menjalani puasa. Menurutnya, tambahan gula dan garam dalam oralit justru tidak diperlukan bila tubuh dalam kondisi normal.
Johanes menjelaskan, puasa pada orang sehat, air putih sudah mencukupi. Karena itu, masyarakat tidak perlu mengikuti anggapan bahwa minum oralit saat sahur akan membuat puasa lebih kuat atau mencegah dehidrasi.
Fokus utama tetap pada pemenuhan cairan yang cukup dengan pola minum yang tepat.
Dengan mengonsumsi delapan gelas air yang dibagi antara waktu berbuka dan sahur, kebutuhan cairan harian umumnya sudah terpenuhi.
Bagi orang sehat, strategi tersebut dinilai cukup untuk menjaga hidrasi selama menjalani ibadah puasa.
(nga/asr)