Kecam Serangan AS, Kedai Kopi di Solo Hapus Menu 'Americano'
Sebuah kedai kopi di Solo, Jawa Tengah bersikap atas serangan Amerika Serikat (AS) ke Iran yang bikin kondisi Timur Tengah memanas. Sikap itu ditunjukkan dengan menghapus menu Americano dalam kedainya.
Sikap itu ditunjukkan oleh Kedai Kopi Titilaras. Sikap tersebut diumumkan oleh sang pemilik, Arkha Tri Maryanto, melalui akun Instagram pada Minggu (1/3).
"Bagiku, ini mengambil satu sikap kecil. Walaupun kecil di mata sesama manusia, setidaknya aku memiliki sikap," ujar Arkha, mengutip detikJateng, Rabu (4/3).
Arkha kemudian bicara soal asal mula kopi Americano. Menurutnya, jenis kopi itu lahir dari tentara Amerika yang tidak bisa minum espresso. Seiring berjalannya waktu, masyarakat lalu mulai menyebutnya dengan nama Americano.
"Kita mengganti semuanya, dari nama sampai metodenya," ujar Arkha.
Americano sendiri terbuat dari espresso yang ditambah dengan air. Metode itu pula yang dihapus Arkha di kedainya.
Alih-alih menggunakan metode sekaligus nama yang menempel pada identitas negara lain, Arkha memilih memperkenalkan metode kopi tubruk yang asli Indonesia.
"Sebenarnya Indonesia itu punya metode yang cukup terkenal, yaitu tubruk. Makanya, kita menggantinya dengan tubruk, atau bahasa kami 'tubruk saring'. Jadi, metodenya tubruk, tapi ampasnya disaring," ujar Arkha.
Menurut Arkha, kopi tubruk memberikan rasa yang tidak jauh berbeda dengan Americano.
"Iya, yang mendekati [Americano] adalah tubruk karena menghasilkan ekstraksi yang cukup strong, tergantung pengaturannya," ujarnya.
Keputusan Arkha untuk menghapus menu Americano menuai pro dan kontra di media sosial. Beberapa warganet mengomentari sikapnya.
Namun demikian, tak sedikit kedai kopi yang mengikuti sikap Arkha dengan menghapus Americano dari daftar menu.
(asr)