icon-close
Warga mengarak ogoh-ogoh saat pawai di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/3/2026). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Kawasan ikonik Bundaran HI bertransformasi menjadi panggung budaya yang megah saat ribuan warga Jakarta berkumpul untuk menyaksikan parade Ogoh-ogoh dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Saka 1948. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Replika raksasa yang melambangkan kekuatan Bhuta Kala tersebut diarak dengan iringan gamelan baleganjur yang dinamis, menciptakan harmoni antara kearifan lokal Bali dan denyut modernitas ibu kota. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Kehadiran ogoh-ogoh menegaskan posisi Jakarta sebagai ruang inklusif yang menjunjung tinggi toleransi dan merawat kemajemukan budaya nusantara. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Selain sebagai sarana ritual, festival ini juga menjadi magnet edukasi bagi masyarakat urban untuk mengenal lebih dekat makna filosofis di balik tradisi pembersihan alam semesta sebelum memasuki masa keheningan Nyepi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Meski hujan mengguyur Jakarta, masyarakat tetap antusias saat menyaksikan prosesi pelarungan energi negatif secara simbolis yang diharapkan membawa kedamaian bagi seluruh warga ibu kota. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
icon-chevron-left
icon-chevron-right