Jangan Diabaikan, Bintik Hitam di Botol Minum Tanda Munculnya Jamur

CNN Indonesia
Jumat, 13 Mar 2026 09:00 WIB
Ilustrasi. Botol minum yang tidak rajin dibersihkan akan dengan mudah bagi mikroorganisme berkembang biak. Ketahui risiko kesehatan terpapar jamur. (iStockphoto/Helin Loik-Tomson)
Jakarta, CNN Indonesia --

Membawa botol minum ke mana-mana kini sudah menjadi kebiasaan banyak orang. Selain lebih ramah lingkungan, botol minum juga memudahkan untuk tetap terhidrasi sepanjang hari tanpa harus membeli air kemasan.

Namun ada satu hal yang sering diabaikan, yakni kebersihan botol minum. Jika jarang dibersihkan, botol minum bisa menjadi tempat berkembangnya bakteri dan jamur.

Salah satu tanda yang sering muncul adalah bintik hitam di bagian dalam botol atau tutupnya.


Mengapa jamur bisa muncul di botol minum?

Botol minum yang digunakan setiap hari sering berada dalam kondisi lembap. Air yang tersisa di dalam botol, ditambah lingkungan yang hangat dan minim cahaya, bisa menjadi tempat ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang.

Dilansir dari Cleveland Clinic, jamur dan bakteri sangat bergantung pada air untuk berkembang biak. Jika botol minum tidak dibersihkan secara rutin, bagian dalamnya dapat berubah menjadi ekosistem kecil bagi mikroorganisme.

Awalnya, jamur mungkin hanya terlihat seperti titik-titik kecil yang hampir tidak terlihat. Jika dibiarkan, jamur tersebut bisa berkembang menjadi koloni yang lebih besar dan mencemari air minum di dalam botol.

Selain itu, setiap kali seseorang minum langsung dari botol, bakteri dari mulut juga dapat berpindah ke bagian tutup, sedotan, atau mulut botol.

Jamur juga dapat berkembang ketika air dibiarkan berada di dalam botol dalam waktu lama. Spora jamur dari udara atau lingkungan sekitar dapat masuk dan berkembang di dalam botol yang lembap.


Ciri-ciri botol minum mulai berjamur

Jamur pada botol minum tidak selalu langsung terlihat jelas. Ada beberapa tanda yang bisa diperhatikan, antara lain:


Risiko kesehatan jika terpapar jamur

Mengutip The New York Times, mengonsumsi air dari botol yang berjamur tidak selalu langsung menyebabkan penyakit serius. Tapi tak dapat dihindari, kondisi ini tetap dapat menimbulkan beberapa gangguan kesehatan.

Jamur dapat menyebabkan iritasi sistem pencernaan sehingga menyebabkan mual, kram perut, atau diare. Selain itu, sebagian orang juga dapat mengalami reaksi alergi, seperti bersin, batuk, atau hidung berair.

Pada orang yang memiliki asma atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, paparan spora jamur bahkan dapat memicu gangguan pernapasan.

Meski begitu, paparan jamur dalam jumlah kecil biasanya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, selama tidak terjadi berulang dan botol segera dibersihkan.


Cara mencegah jamur pada botol minum

Agar botol minum tetap aman digunakan, penting untuk membersihkannya secara rutin. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  1. Cuci botol setiap hari atau minimal seminggu sekali.
  2. Gunakan sabun dan sikat botol untuk membersihkan bagian dalam dan leher botol.
  3. Jika memungkinkan, cuci dengan air panas atau menggunakan dishwasher.
  4. Lepaskan semua bagian botol seperti sedotan atau katup saat membersihkan.
  5. Sesekali lakukan pembersihan lebih dalam dengan merendam botol dalam campuran air dan cuka selama sekitar 30 menit.
  6. Pastikan botol dikeringkan dengan baik sebelum digunakan kembali.

Jika setelah dibersihkan botol masih terlihat kotor atau berbau, para ahli menyarankan untuk menggantinya dengan botol baru.

(anm/fef)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Jamur dan Tumbuhan Bisa Bermain Musik

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK