Paspor Malaysia Cetak Sejarah, Duduki Peringkat 6 Besar Terkuat Dunia

CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 16:30 WIB
Paspor Malaysia berhasil melonjak tiga peringkat hingga menduduki posisi keenam sebagai paspor terkuat di dunia menurut Henley Passport Index 2026.
Ilustrasi Paspor Malaysia. (istockphoto/Sporran)
Jakarta, CNN Indonesia --

Paspor Malaysia berhasil melonjak tiga peringkat hingga menduduki posisi keenam sebagai paspor terkuat di dunia menurut Henley Passport Index 2026. Ini merupakan pencapaian tertinggi Malaysia dalam 20 tahun sejarah indeks tersebut.

Kini, pemegang paspor Malaysia dapat menikmati akses bebas visa ke 183 dari 227 negara dan wilayah di seluruh dunia.

Sebelum rekor tahun ini pecah, posisi tertinggi Malaysia berada di peringkat ke-8 pada tahun 2014. Selebihnya, peringkat Negeri Jiran ini cenderung stabil di kisaran posisi ke-10 hingga ke-14, yang menunjukkan stabilitas jangka panjang dan persepsi global yang positif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kenaikan peringkat paspor Malaysia melampaui negara barat. Pada Januari lalu, Malaysia sempat duduk di peringkat ke-9, mengungguli Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa seperti Monako dan Bulgaria.

Di kawasan Asia Tenggara, paspor Malaysia tetap menjadi yang terkuat kedua, tepat di bawah Singapura. Departemen Imigrasi Malaysia menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan reputasi internasional yang solid serta tingkat kepercayaan dunia yang tinggi terhadap Malaysia.

Sementara Malaysia mencetak sejarah baru, negara tetangganya, Singapura, tetap kokoh memegang gelar paspor terkuat nomor satu di dunia. Warga negara Singapura dapat memasuki 193 destinasi tanpa visa.

Para analis mencatat bahwa kekuatan paspor bukan hanya soal kemudahan berwisata. Kekuatan ini mencerminkan penilaian komunitas internasional terhadap kapasitas tata kelola pemerintahan, kredibilitas, serta efektivitas diplomasi suatu negara.

Henley Passport Index sendiri menyusun peringkat berdasarkan data eksklusif dari Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), yang mencakup 199 paspor berbeda di seluruh dunia. Indeks ini diperbarui secara berkala dan dianggap sebagai tolok ukur utama mobilitas global.

Di tengah lonjakan peringkat Malaysia dan dominasi Singapura, paspor Indonesia juga menunjukkan tren positif meski masih berada di luar peringkat 50 besar dunia.

Paspor Indonesia saat ini menempati peringkat 65 dunia, naik moderat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Warga Negara Indonesia (WNI) kini dapat mengunjungi 78 destinasi tanpa visa atau dengan fasilitas Visa on Arrival (VoA).

Indonesia berada di peringkat keenam di kawasan Asia Tenggara, di bawah Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, dan Filipina.

(wiw)


[Gambas:Video CNN]