Ternyata Salah, Ini Cara Benar Pakai Bantal Leher saat Perjalanan
Tak jarang perjalanan mudik membuat badan dan leher terasa pegal, apalagi jika tak sengaja tertidur. Hal ini bisa jadi karena kamu salah memposisikan bantal leher.
Bantal leher jadi salah satu cara membuat perjalanan mudik terasa nyaman. Bantal ini berfungsi agar leher tidak terasa pegal saat tertidur dalam perjalanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun sering dijumpai pelancong yang membawa bantal leher, tetapi masih banyak yang salah menggunakannya. Cara pemakaian yang salah bukan hanya membuat fungsi bantal kurang maksimal, tetapi juga bisa mengakibatkan otot leher menjadi kaku atau biasa disebut 'tengeng'.
Kebanyakan orang menggunakan bagian bantal untuk area belakang leher. Dengan posisi ini, bagian depan leher jadi terbuka atau tidak mendapat bantalan.
Ternyata, cara tersebut dianggap keliru oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram resminya @bgsadikin pada Minggu (15/3), Budi mempraktikkan cara menggunakan bantal leher yang benar ketika ia sedang naik kereta. Tips ini ia bagikan karena melihat kebiasaan penggunaan bantal leher yang salah, apalagi untuk pemudik yang menempuh perjalanan jauh.
"Buat kalian yang mau mudik, apalagi yang perjalanannya lumayan panjang, siapa yang kebiasaan pakai bantal lehernya ditaruh di belakang? Ternyata cara itu keliru! Pantas saja kalau ketiduran kepala kita sering jatuh ke depan dan bikin otot leher jadi kaku atau istilahnya tengeng," tulis Budi.
Dalam klip tersebut, Budi mencontohkan, ketika mudik dan tertidur di perjalanan, biasanya kepala akan jatuh ke depan. Posisi leher seperti ini akan membuat otot menjadi kaku. Akibatnya, ketika bangun atau sampai tujuan, kepala jadi terasa pegal.
Kemudian ia mempraktikkan cara memakai bantal leher yang benar, yaitu dengan membalikkan posisinya. Jadi, bantalan atau bagian yang tebal seharusnya menopang area leher depan atau dagu. Sementara bagian bukaannya berada di area belakang leher.
Dengan posisi tersebut, akan ada bantal yang menopang saat kepala terjatuh ke depan gara-gara tertidur. Begitupun ketika kepala terjatuh atau miring ke samping kanan dan kiri, leher tetap aman karena masih ditopang oleh bantalan.
Sementara itu, posisi leher belakang yang tidak mendapat banyak bantalan atau bahkan terbuka, masih tetap aman karena ada kursi atau bantalan kursi.
"Banyak yang salah kaprah memakai bantal leher dengan bukaan di depan. Mulai sekarang, posisikan bagian tebalnya tepat di bawah dagu kita. Dengan begitu, kepala yang terasa berat saat terlelap tidak akan tertekuk ke bawah dan membebani sendi serta otot leher. Bagian belakang kepala kita toh sudah bersandar aman di kursi kereta," jelasnya.
Jadi, kalau nanti kamu mudik dan membawa bawa bantal leher, coba praktikkan tips menggunakan bantal leher yang benar seperti yang dicontohkan oleh BGS. Dengan begitu, perjalanan panjang pun tak masalah dan tak bikin pegal.
(ana/asr) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
