Sakit Kepala Berulang Jadi Tanda Tumor Otak, Benarkah?
Sakit kepala memang umum terjadi. Tapi, beberapa orang percaya bahwa sakit kepala berulang jadi tanda tumor otak. Benarkah demikian?
Sakit kepala sendiri merupakan kondisi nyeri berdenyut atau sensasi tertekan pada kepala. Kondisi ini umumnya terjadi karena penyakit infeksi, stres, kelelahan, kurang minum, hingga masalah pada mata.
Jika terjadi sesekali, maka Anda tidak perlu khawatir. Tapi, jika sakit kepala terjadi lebih sering dan berulang, maka patut diwaspadai adanya kondisi tertentu yang jadi penyebabnya.
Pada dasarnya, tumor otak memang bisa memicu sakit kepala. Namun, kasusnya terbilang jarang.
Tumor otak sendiri merupakan kondisi pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali di dalam otak atau tulang tengkorak. Kondisi ini dapat merusak fungsi saraf, memicu gejala sakit kepala hebat, kejang, hingga gangguan penglihatan.
Mengutip laman John Hopkins Medicine, meski memungkinkan, namun sakit kepala berulang tak melulu jadi tanda tumor otak.
Memang, sebanyak 60 persen orang dengan tumor otak akan mengalami sakit kepala. Namun, sakit kepala saja tak bisa mengindikasikan tumor otak.
Menurut New York Neurology Associates, sakit kepala pada tumor otak biasanya menyerupai gejala migrain, terasa seperti sakit kepala tegang, atau dapat muncul secara bertahap dan kemudian hilang dalam beberapa jam.
Adapun beberapa gejala penyerta sakit kepala yang perlu diwaspadai di antaranya sebagai berikut:
- pola sakit kepala yang baru atau berbeda,
- tak kunjung membaik meski sudah minum obat,
- otot terasa lemah,
- masalah penglihatan,
- sakit kepala semakin parah saat membungkuk,
- mengalami kebingungan.
Kendati demikian, gejala penyerta di atas pun tak serta merta menandai tumor otak. Ada banyak kondisi yang bisa menyebabkan sakit kepala, yang disertai oleh gejala-gejala lain.
Hampir tidak mungkin mendiagnosis tumor otak hanya berdasarkan frekuensi sakit kepala. Biasanya, gejala lain seperti masalah penglihatan, menjadi pemicu seseorang untuk memeriksakan diri. Dokter nantinya akan melakukan pemeriksaan MRI untuk menegakkan diagnosis.
Menukil laman Mayo Clinic, sakit kepala dapat terjadi saat tumor otak sedang bertumbuh menekan sel-sel sehat di sekitarnya. Tumor juga dapat menyebabkan pembengkakan di otak, yang meningkatkan tekanan di kepala dan memicu sakit kepala.
Sakit kepala yang disebabkan oleh tumor otak sering kali terasa lebih intens saat bangun tidur di pagi hari. Meski demikian, sakit kepala akibat tumor otak tetap bisa terjadi kapan saja.
Beberapa pasien tumor otak mengalami sakit kepala yang dapat membangunkan mereka saat tidur. Sakit kepala akibat tumor otak juga cenderung menyebabkan nyeri yang lebih parah saat batuk atau mengejan.
Penderita tumor otak paling sering melaporkan bahwa sakit kepala terasa seperti tegang. Beberapa orang lainnya mengaku sakit kepala terasa seperti migrain.
Tumor otak di bagian belakang kepala juga dapat disertai nyeri leher. Jika tumor terjadi di bagian depan kepala, maka rasa nyeri akan terasa seperti sakit akibat sinus pada mata.
Berikut beberapa gejala tumor otak:
- sakit kepala lebih parah di pagi hari,
- sakit kepala lebih sering dan memburuk seiring waktu,
- rasa nyeri digambarkan sebagai kepala tegang,
- mual atau muntah,
- masalah pada penglihatan,
- kehilangan kemampuan gerak pada tangan atau kaki,
- sulit menjaga keseimbangan,
- merasa lelah,
- kebingungan,
- kejang,
- pusing hingga vertigo.
Demikian penjelasan mengenai apakah sakit kepala berulang jadi tanda tumor otak. Lakukan pemeriksaan jika sakit kepala terus memburuk, disertai gejala lain, atau tak kunjung membaik meski sudah minum obat.
(asr)