Bolehkah Puasa Syawal Sekaligus Bayar Utang Puasa Ramadhan?

CNN Indonesia
Sabtu, 28 Mar 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Muslim yang memiliki utang puasa Ramadhan dianjurkan untuk segera menggantinya. Lantas, bolehkah puasa Syawal sekaligus bayar utang puasa Ramadhan? (iStockphoto/Drazen Zigic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Umat Islam disunahkan untuk berpuasa enam hari pada bulan Syawal. Meski begitu, perempuan Muslimah juga diharuskan untuk segera mengganti (qadha) puasa Ramadhan yang telah ditinggalkannya karena haid maupun nifas.

Lantas, bolehkah puasa Syawal sekaligus bayar utang puasa Ramadhan?

Memasuki bulan Syawal, terdapat beberapa amalan sunah yang dianjurkan bagi umat Islam. Salah satunya adalah puasa sunah Syawal selama enam hari berturut-turut maupun tidak.

Puasa Syawal memiliki banyak keutamaan, salah satunya dijelaskan dalam sebuah hadis yang berbunyi:


مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: "Siapa saja yang berpuasa Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal, maka seperti pahala berpuasa setahun." (HR Muslim).

Dengan anjuran yang telah dijelaskan di atas, banyak orang dihadapkan pada dilema, mana yang didahulukan antara puasa qadha atau puasa Syawal.


Hukum menggabungkan puasa Syawal dan qadha Ramadhan

Bolehkah puasa Syawal sekaligus bayar utang puasa Ramadhan? Terkait hal ini, terdapat beberapa perbedaan pandangan ulama Fikih.

Melansir laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), boleh-boleh saja menggabungkan niat qadha puasa Ramadhan dan puasa sunah Syawal sekaligus.

Namun, jika ingin mendapatkan pahala puasa sunah Syawal dengan sempurna, maka harus mendahulukan qadha terlebih dahulu, lalu dilanjutkan puasa sunah enam hari di bulan Syawal.

Hal ini sebagaimana pendapat Imam Al-Syarqawi dalam karyanya Hasyiyah Al-Syarqawi yang artinya:

"Bila seseorang berpuasa pada Syawal dengan niat qadha, atau selainnya seperti nazar atau puasa sunah lain, orang tersebut tetap mendapatkan pahala puasa sunnah Syawal. Sebab substansi puasa enam hari di bulan Syawal telah dilaksanakan. Tetapi, dia tidak mendapatkan pahalanya dengan sempurna sesuai kriteria yang dituntut (oleh hadis). Bila ingin mendapat pahala puasa Syawal dengan sempurna, harus dilaksanakan dengan niat khusus puasa enam hari Syawal (tidak digabung dengan yang lain)..."

Sementara itu, mengutip Buku Kitab Fikih Sehari-hari karya AR. Shohibul Ulum (2022), Imam Romli berpendapat bahwa menggabungkan puasa Syawal dengan qadha Ramadhan, maka akan mendapatkan pahala keduanya bagi yang menjalankannya.

Sedangkan menurut Abu Makhromah, hukum menggabungkan puasa qadha dan Syawal tidak akan mendapatkan pahala keduanya, bahkan puasa yang dijalaninya menjadi tidak sah.

Demikian penjelasan mengenai bolehkah puasa Syawal sekaligus bayar utang puasa Ramadhan.

Alangkah baiknya untuk melunasi utang puasa Ramadhan terlebih dahulu yang bersifat wajib, baru menunaikan ibadah sunnah agar amalannya sah dan diterima.

(pua/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK