Industri Penerbangan Timur Tengah Pulih Lambat di Tengah Perang Iran
Maskapai penerbangan di Timur Tengah, yang merupakan raksasa industri global, kini tengah berjuang untuk bangkit dari hantaman akibat perang Iran yang diawali Amerika Serikat dan Israel.
Gelombang serangan drone dan rudal di wilayah Teluk telah melumpuhkan hub-hub bandara tersibuk di dunia serta memaksa peta rute penerbangan internasional digambar ulang.
Layanan dari maskapai besar milik negara seperti Emirates, Etihad Airways, Flydubai, Qatar Airways, dan Air Arabia sempat anjlok hingga nyaris menyentuh angka nol segera setelah serangan perdana pasukan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu.
Melansir VN Express, berdasarkan data yang dihimpun oleh Flightradar24.com, frekuensi penerbangan dari Uni Emirat Arab (Abu Dhabi dan Dubai) perlahan mulai meningkat, meski angkanya masih jauh di bawah level sebelum konflik terjadi.
Namun, kecepatan pemulihan tiap maskapai di Timur Tengah terpantau sangat kontras. Emirates yang berbasis di Dubai baru mencapai hampir 75 persen dari kapasitas normal.
Kemudian, Etihad dan Air Arabia berada di kisaran 50 persen dari kapasitas normal. Pemulihan maskapai Flydubai mencapai sekitar 33 persen dari kapasitas normal.
Bahkan Qatar Airways pemulihannya tertahan di angka 20 persen dibandingkan sebelum konflik. Perang di Iran tidak hanya mengganggu jadwal, tetapi juga menciptakan krisis operasional bagi maskapai di seluruh dunia.
Dampak signifikan perang di Iran yang dimulai dari serangan AS-Israel meliputi:
1. Biaya Operasional Membengkak: Harga bahan bakar pesawat (avtur) yang meroket memukul telak maskapai yang tidak melakukan lindung nilai (hedging) harga minyak.
2. Kekacauan Rute: Gangguan jadwal penerbangan yang merembet hingga ke Eropa dan Asia.
3. Logistik Pesawat: Banyak maskapai terpaksa memarkir pesawat mereka di gudang penyimpanan (warehousing) karena rute yang tidak aman.
4. Fenomena 'Flight to Nowhere': Terjadinya penerbangan panjang yang harus berputar-putar atau kembali ke bandara asal karena penutupan ruang udara secara mendadak.
(wiw)