Pentingkah Vaksin Campak pada Orang Dewasa & Berapa Dosis yang Tepat?
Baru-baru ini seorang dokter peserta internship di Kabupaten Cianjur meninggal dunia akibat campak. Hal ini karena korban sempat menangani pasien campak di fasilitas kesehatan tempatnya bertugas.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa campak bisa sangat berbahaya juga bagi orang dewasa, tak hanya anak-anak. Oleh karena itu, pemberian vaksin campak kepada orang dewasa menjadi penting.
Dosis vaksin campak dewasa
Setidaknya ada dua jenis vaksin campak yang tersedia saat ini, yakni MR dan MMR. Vaksin MR mencegah penyakit campak dan rubella. Adapun vaksin MMR untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.
Bagi anak-anak, vaksin campak wajib diberikan sebanyak tiga kali. Menurut jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), imunisasi pertama berupa vaksin MR diberikan kepada anak saat berusia 9 bulan.
Kemudian imunisasi lanjutan atau booster diberikan saat anak berusia 18 bulan dan 5-7 tahun. Vaksin yang diberikan bisa berupa MR atau MMR.
Lalu bagaimana dengan vaksin campak dewasa? Orang dewasa bisa mendapatkan vaksin MMR dengan maksimal dua dosis.
Menurut laman Kimia Farma, orang dewasa berusia 19-60 tahun bisa mendapatkan 1 dosis sebanyak 0,5 ml jika saat kecil sudah pernah mendapat imunisasi.
Jika belum pernah mendapat imunisasi campak, orang dewasa wajib mendapat 2 dosis sebanyak 0,5 ml. Setelah suntikan pertama, dosis kedua diberikan 28 hari setelah dosis pertama.
Adapun menurut WebMD, orang dewasa yang lahir sebelum 1957 biasanya kebal terhadap campak, gondongan, dan rubella. Hal ini karena sebagian besar dari mereka terkena penyakit ini saat masih anak-anak dan ketika itu vaksin belum tersedia.
Orang dewasa yang lahir sebelum 1957 kemungkinan besar tak butuh lagi vaksin. Adapun orang-orang yang lahir setelah tahun tersebut, direkomendasikan untuk mendapat vaksin MMR.
Akan tetapi ada pengecualian yang membuat orang dewasa tak perlu vaksin MMR, yaitu:
- Hasil lab menunjukkan Anda kebal terhadap campak, gondongan, dan rubella.
- Catatan medis menunjukkan Anda pernah terkena ketiga penyakit tersebut.
- Bukti Anda telah divaksinasi untuk ketiga penyakit tersebut, baik saat masih anak-anak maupun setelahnya.
Mengapa penting bagi orang dewasa mendapatkan vaksin campak?
Orang dewasa, terutama orang tua yang memiliki anak masih di bawah umur, penting untuk mendapatkan vaksin campak. Hal ini pernah disampaikan Dokter spesialis anak sekaligus Ketua Pengurus Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso.
Ia menjelaskan, dalam kondisi tertentu vaksin campak pada orang dewasa bahkan bisa menjadi langkah penting untuk melindungi kelompok yang lebih rentan, terutama bayi yang belum cukup usia untuk menerima imunisasi.
Jika seseorang sudah mendapatkan imunisasi lengkap sejak kecil, seharusnya ia sudah memiliki perlindungan terhadap virus campak. Namun dalam beberapa kasus, ada orang yang imunisasinya tidak lengkap atau terlewat.
"Harusnya kalau vaksinnya lengkap, dia sudah kebal. Tapi kalau dulu bolong-bolong juga, itu memang bagus juga kalau ibunya atau ayahnya dapat booster imunisasi MR," kata Piprim saat ditemui di Jakarta Timur pada Kamis (12/3), seperti diberitakan CNNIndonesia.com sebelumnya.
Menurutnya, pemberian booster pada orang tua bisa menjadi langkah tambahan untuk melindungi bayi, terutama di tengah situasi ketika kasus campak sedang meningkat di berbagai daerah.
"Di situasi yang sulit seperti ini, di situasi yang KLB-nya ke mana-mana, saya kira itu juga ide yang bagus. Apalagi kalau punya bayi umur 2 bulan, 3 bulan. Bayi itu, kan, belum waktunya tuh imunisasi," ujarnya.
Dalam kondisi tersebut, kekebalan orang-orang di sekitar bayi dapat membantu melindungi mereka dari risiko tertular penyakit.
(rti)