Semua Pohon di Hutan Polandia Ini Bengkok ke Utara, Kok Bisa?

CNN Indonesia
Selasa, 31 Mar 2026 16:15 WIB
Suasana The Crooked Forest, Polandia, hutan yang semua pohonnya bengkok ke utara. (iStockphoto/MikeMareen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ada sebuah hutan di Polandia yang tak pernah lepas dari misteri dan sampai hari ini belum ada jawaban pasti. Semua pohon yang tumbuh di The Crooked Forest, Gryfino, Polandia, tumbuh dengan pangkal batang yang melengkung ke arah utara.

Melansir Times of India, The Crooked Forest merupakan hutan lindung di bawah naungan Gryfino Forest District. Hutan ini dipenuhi dengan setidaknya 400 pohon pinus Skotlandia atau yang disebut Pinus sylvestris.

Anehnya, semua pohon pinus tumbuh dengan bentuk yang tak lazim, sampai hutan ini dijuluki 'Hutan Bengkok'.

Di bagian pangkal dekat tanah, batang pohon tersebut melengkung sekitar 90 derajat dan semuanya kompak menghadap ke utara. Tetapi setelah itu, batang pohon kembali lurus menjulang ke atas.

Pohon-pohon pinus ini ditanam sejak sekitar tahun 1930. Sampai hari ini, pohon di The Crooked Forest masih tumbuh dengan bentuk yang sama. Meski sudah banyak teori yang dikaitkan dengannya, namun hingga saat ini tidak ada alasan pasti bagaimana pohon-pohon itu berbentuk demikian.

Berbagai cerita rakyat beredar dari mulut ke mulut. Ada yang bilang lengkungan pohon itu karena tank Perang Dunia II, badai salju, hingga intervensi manusia yang sengaja membengkokkan kayu untuk kebutuhan furnitur.

Dipercaya bahwa lengkungan yang ada di semua pohon pinus ini terbentuk karena faktor alam. Bisa jadi karena angin kencang, badai, atau ada pergeseran tanah. Ada teori yang mengaitkan badai salju menjadi penyebab pohon di sini berbentuk seperti huruf 'J'.

Cuaca ekstrem seperti salju tebal di masa lalu membuat bibit muda pohon menjadi tertimbun dalam waktu lama. Karena tertindih, pohon jadi tumbuh mengikuti arah rebahan mereka.

Kemudian di musim semi, saat salju mencair, pohon muda terlanjur tumbuh mengikuti bentuk yang tertindih. Namun, dengan sifat tumbuhan yang tumbuh ke arah matahari, bagian tengah batang pohon kembali tumbuh menjulang lurus.

Namun, Gryfino Forest District menentang teori ini. Menurut mereka, jika ada faktor alam, maka seharusnya lengkungan pohon itu tumbuh ke arah yang acak.

Untuk hutan dengan luas 0,3 hektare, anomali seperti ini kemungkinan terjadi karena ada intervensi mekanis yang disengaja oleh manusia.

University of Pennsylvania's Russian and East European Studies (REES) menganalisis bentuk J ini menunjukkan bahwa di masa lalu, pohon-pohon ini ditahan menggunakan pasak buatan manusia selama beberapa tahun sampai melengkung horizontal sejauh 1-3 meter.

Kebiasaan masyarakat di zaman dahulu yang sengaja membengkokkan pohon untuk kebutuhan industri menjadi hipotesis yang menguatkan teori bahwa pohon pinus di hutan tersebut dimanipulasi oleh tangan manusia.

Pada zaman dulu, kayu bengkok dibutuhkan untuk membuat furnitur, kereta luncur, hingga tulang rusuk kapal. Kayu yang lurus akan membuat prosesnya lebih sulit dan memakan waktu untuk membentuknya. Sementara jika pohon sudah tumbuh bengkok, maka pekerjaan akan lebih efektif.

Oleh karena itu, pohon itu diduga dimanipulasi dengan teknik kayu bengkok. Orang-orang sengaja membengkokkan atau memberi lengkungan saat pohon masih hingga hingga tumbuh bengkok. Teori ini juga didukung oleh catatan sejarah yang diterbitkan University of Pennsylvania.

Polandia, termasuk wilayah Gryfino, dulu diinvasi oleh Jerman pada tahun 1930-an. Ketika penduduk lokal Gryfino mengungsi selama Perang Dunia II, proyek membengkokkan pohon ini mulai ditinggalkan. Pengetahuan dan alat yang digunakan untuk membengkokkan kayu juga ikut lenyap dengan perginya penduduk.

Ada satu lagi teori yang beredar, konon pohon di The Crooked Forest menjadi bengkok karena ditabrak oleh tank saat pertempuran Perang Dunia II. Anakan pohon yang masih muda menjadi bengkok dan tidak tumbuh dengan sempurna.

Akan tetapi, lagi-lagi Gryfino Forest District menentang teori ini. Pasalnya, tidak ada bukti yang menunjukkan indikasi kerusakan mekanis pada pohon.

Tidak ada jaringan parut di kulit kayu sehingga menyimpulkan bahwa tank tidak merusak batang pohon tersebut.

Selain itu, jikapun ditabrak dengan truk, maka 400 pohon itu tidak mungkin masih hidup dan semuanya sinkron melengkung ke arah yang sama.

Sementara itu, para ilmuwan mempelajari bagaimana cara jajaran pohon pinus tersebut bertahan hidup dengan pangkal yang melengkung. Ini semua karena gravitropisme atau kemampuan tanaman untuk tumbuh dan dipengaruhi oleh gravitasi bumi.

Jadi, meskipun fisiknya patah, mereka bisa tumbuh sendiri lagi dan mengarahkan batangnya kembali vertikal ke atas.

Misteri The Crooked Forest masih terus menggantung. Satu teori dipatahkan dengan teori lain, satu pendapat disangkal lagi dengan pendapat lain.

Entah teori mana yang beredar, tetapi hutan misterius ini menjadi salah satu hutan yang unik dan terkenal karena keanehannya tersebut.

(ana/asr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK