Stop Masukkan Barang-Barang Ini ke Mesin Cucimu, Bikin Cepat Rusak

CNN Indonesia
Rabu, 01 Apr 2026 16:00 WIB
Ilustrasi. Berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak dimasukkan ke mesin cuci agar elektronik tersebut awet dan tidak cepat rusak. (iStockphoto/Yta23)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tanpa disadari, sejumlah barang bisa merusak mesin cuci meski selama ini dianggap aman-aman saja.

Banyak orang fokus menjaga pakaian tetap awet, tetapi lupa bahwa cara mencuci yang keliru juga berdampak langsung pada kondisi mesin. Padahal, kesalahan kecil yang dilakukan berulang bisa mempercepat kerusakan.

Melansir dari HuffPost, ahli peralatan rumah tangga Ian Palmer-Smith mengatakan selama bertahun-tahun ia melihat berbagai kesalahan penggunaan yang berujung pada kerusakan mesin cuci.

Dari kebiasaan kecil hingga barang yang tampak sepele, semuanya bisa berdampak pada performa mesin dalam jangka panjang.

Berikut beberapa barang yang sebaiknya tidak dimasukkan ke mesin cuci agar elektronik tersebut awet dan tidak cepat rusak.

1. Kain dan bahan sangat sensitif

Melansir dari Real Simple, material seperti sutra, wol, beludru, hingga kulit dan suede cenderung mudah rusak akibat putaran dan tekanan air.

Selain itu, pakaian dengan manik-manik atau payet juga berisiko rusak atau terlepas saat proses pencucian. Untuk jenis ini, metode cuci tangan atau dry clean lebih disarankan agar kualitas bahan tetap terjaga.

2. Kain yang terkontaminasi bahan mudah terbakar

Lap atau kain yang digunakan untuk membersihkan bahan seperti bensin, oli mesin, atau thinner tidak boleh dimasukkan ke mesin cuci.

Paparan suhu tinggi selama proses pencucian dan pengeringan dapat memicu reaksi berbahaya, bahkan berisiko menyebabkan kebakaran. Dalam kondisi ini, penanganan khusus di luar mesin cuci rumah tangga sangat diperlukan.


3. Kain batik

Kain batik terutama yang belum melalui proses fiksasi warna yang sempurna, rentan mengalami luntur saat dicuci di mesin.

Pencucian dengan suhu tinggi dan putaran kuat dapat membuat warna menyebar ke kain lain. Karena itu, batik sebaiknya dicuci dengan tangan menggunakan air dingin dan detergen khusus bahan lembut.

4. Terlalu banyak detergen

Menggunakan detergen dalam jumlah banyak tidak serta-merta membuat pakaian lebih bersih. Justru, residu detergen dapat menumpuk di dalam mesin.

Detergen berbasis minyak cenderung sulit dibilas sempurna. Akibatnya, residu mengendap di bagian dalam mesin, mengganggu sensor, hingga memicu bau apek. Dalam jangka panjang, hal ini bisa menurunkan efisiensi mesin dan mempercepat kerusakan.

5. Pelembut pakaian dan pewangi tambahan

Produk seperti pelembut pakaian dan butiran pewangi memang memberikan aroma harum dan tekstur lembut pada pakaian. Namun, penggunaan rutin dapat meninggalkan residu di dalam mesin.

Residu ini berpotensi menyumbat saluran dan merusak sensor. Sebagai alternatif, beberapa ahli menyarankan penggunaan bola aluminium atau minyak esensial saat proses pengeringan.

6. Barang berukuran kecil

Kaos kaki bayi, pakaian dalam, hingga tali sepatu termasuk barang kecil yang rentan tersangkut di bagian dalam mesin.

Barang-barang ini bisa masuk ke celah tersembunyi dan akhirnya menyumbat selang atau saluran pembuangan. Untuk menghindari hal ini, gunakan kantong laundry berbahan jaring.

7. Barang berukuran besar

Memaksakan mencuci barang besar seperti selimut tebal atau karpet di mesin rumah tangga dapat membebani kapasitas mesin.

Beban yang terlalu berat atau tidak seimbang bisa merusak sabuk dan roda penggerak. Selain itu, mesin juga berisiko tidak stabil saat berputar. Untuk barang besar, disarankan menggunakan mesin berkapasitas besar di laundry khusus.

8. Barang berbahan logam

Benda seperti koin, kunci, atau pakaian dengan kawat dan gesper logam dapat menyebabkan kerusakan fisik pada mesin.

Logam dapat membentur dan menggores bagian dalam mesin, bahkan merusak pintu. Karena itu, penting untuk selalu memeriksa kantong pakaian sebelum mencuci serta menggunakan kantong pelindung untuk pakaian tertentu.

Mesin cuci perlu dijaga elektronik tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang. Kebiasaan sederhana seperti menggunakan detergen secukupnya dan memilah cucian dapat membantu mencegah kerusakan.

Perawatan rutin, termasuk menjalankan siklus pembersihan mesin secara berkala, juga penting untuk menjaga kerja mesin tetap optimal dan awet.

(nga/fef)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK