4 Risiko Penyakit Ini Menghantui Jika Keseringan Makan Ikan Asin
Umumnya orang menyantap ikan asin sebagai lauk pendamping nasi. Rasanya yang gurih dengan aroma khas, membuat selera makan sering kali membuncah.
Namun, perlu diketahui bahwa terdapat sejumlah risiko penyakit jika keseringan makan ikan asin. Apa saja itu?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikan asin merupakan makanan berbahan dasar ikan yang proses pembuatannya dilakukan lewat metode pengawetan dengan garam. Oleh karena itu, ikan asin relatif bisa disimpan dalam waktu lama.
Biasanya ikan asin disandingkan dengan nasi hangat plus sambal, meski ada pula yang gemar mengombinasikannya beserta berbagai jenis sayur.
Siapa sangka, di balik kenikmatan tersebut, melahap ikan asin terlalu sering bisa berdampak buruk bagi kesehatan.
Risiko penyakit keseringan makan ikan asin
Kandungan garamnya yang tinggi berisiko mendatangkan sejumlah penyakit, terutama dalam jangka panjang.
Lantas, apa saja daftar penyakit yang berpotensi diderita apabila keseringan makan ikan asin? Merangkum dari berbagai sumber, berikut ini daftarnya:
1. Kanker nasofaring
Salah satu risiko penyakit jika keseringan makan ikan asin adalah kanker nasofaring. Dalam sebuah jurnal yang terbit pada 2023 disebutkan, kanker nasofaring atau biasa disebut KNF merupakan penyakit keganasan sel skuamosa pada lapisan epitel nasofaring.
Penyebabnya, yakni banyak mengonsumsi makanan yang diawetkan, termasuk ikan asin. Dari hasil studi yang dilakukan, terdapat kesimpulan bahwa mengonsumsi ikan asin lebih dari tiga kali dalam satu bulan bisa meningkatkan risiko kanker nasofaring sebesar 1,65 kali.
2. Tekanan darah tinggi
Menyantap ikan asin secara berlebihan dapat pula mengundang penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi. Apa alasannya? Dalam ikan asin, terdapat kandungan garam yang tinggi lantaran proses pengawetan.
Katakanlah apabila ikan asin dimakan setiap hari, ini bisa membuat tubuh menerima asupan natrium berlebih yang tentunya buruk bagi kesehatan, contohnya muncul peningkatan tekanan darah.
Hal ini sejalan dengan informasi pada laman Cleveland Clinic, bahwa garam yang dimakan secara berlebih akan memberikan tambahan natrium pada pembuluh darah dan jantung sehingga tekanan darah pun naik.
3. Gangguan pada ginjal
Foto: istockphoto/blueshotIlustrasi gangguan pada ginjal. |
Secara fungsi, ginjal bertugas menyaring darah hingga membuang zat sisa metabolisme. Adapun risiko penyakit yang bisa muncul jika kebanyakan makan ikan asin, yaitu gangguan pada ginjal.
Apabila tubuh menerima banyak garam dari makanan, ginjal tentunya mesti berfungsi lebih keras guna membuang kelebihan garam yang masuk ke tubuh.
Maka, penting kiranya untuk mengontrol santapan dengan kadar garam tinggi untuk kesehatan ginjal, termasuk makan ikan asin.
4. Pembengkakan kaki atau tangan
Kandungan natrium berlebih bisa juga menyebabkan retensi cairan. Akibatnya, tubuh harus banyak menahan air dari kadar yang semestinya.
Tanpa disadari, terlebih jika didiamkan berangsur-angsur dalam waktu yang lama, kondisi ini dapat berisiko memunculkan pembengkakan pada bagian-bagian tubuh, di antaranya kaki dan tangan.
Di luar berbagai risiko penyakit keseringan makan ikan asin, hal yang tidak boleh disepelekan adalah terkait potensi kontaminasi bakteri atau zat berbahaya, misalnya formalin.
Itulah sederet risiko penyakit yang dapat ditimbulkan apabila makan ikan asing sering-sering. Jadi, jaga pola makan tetap seimbang, ya!
(hdr/rti) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]

Foto: istockphoto/blueshot