Enggak Selalu Buruk, Mengumpat Ternyata Bermanfaat, Apa Saja?
Mengumpat atau berkata kasar kerap dianggap sebagai kebiasaan negatif yang harus dihindari. Sejak kecil, banyak orang diajarkan untuk menjaga ucapan dan tidak menggunakan kata-kata tabu dalam percakapan sehari-hari.
Namun, di balik stigma tersebut, para peneliti justru menemukan bahwa mengumpat tidak selalu berdampak buruk. Dalam situasi tertentu, kata-kata kasar bisa menjadi cara alami tubuh untuk merespons tekanan, emosi, bahkan rasa sakit.
Sejumlah studi menunjukkan bahwa mengumpat dapat memicu respons emosional dan fisiologis tertentu yang justru menguntungkan. Meski begitu, para ahli tetap menekankan bahwa manfaat ini sangat bergantung pada konteks, frekuensi, dan cara penggunaannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manfaat mengumpat
Mengumpat tak selalu buruk. Alih-alih melulu dianggap buruk, mengumpat justru memberikan beberapa manfaat. Apa saja?
1. Meningkatkan kekuatan fisik
Mengutip dari Real Simple, studi terbaru dari American Psychological Association menemukan, mengumpat dapat membuka potensi kekuatan tersembunyi. Hal ini terjadi karena kata-kata kasar mampu meningkatkan fokus, rasa percaya diri, dan keberanian dalam menghadapi situasi menantang.
Dalam kondisi tertentu, seperti saat mengangkat beban, berolahraga, atau menghadapi tekanan, mengumpat dapat membantu tubuh untuk tidak menahan diri dan mengeluarkan performa secara maksimal.
2. Membantu meredakan stres
Mengumpat juga diketahui dapat meredakan stres. Saat seseorang melontarkan kata kasar, ia sebenarnya sedang mengekspresikan emosi yang terpendam seperti marah, frustrasi, atau kesal.
Proses ini membantu tubuh melepaskan ketegangan. Pelepasan emosi tersebut dapat diikuti dengan penurunan detak jantung dan relaksasi otot, yang membuat tubuh kembali lebih tenang.
Psikiater Maya Reynolds menjelaskan bahwa otak memproses kata-kata kasar berbeda dari bahasa biasa, sehingga lebih cepat mengaktifkan pusat emosi dan membantu mengeluarkan perasaan yang tertekan.
3. Meningkatkan toleransi terhadap rasa sakit
Mengutip dari Time, mengumpat dapat menyebabkan apa yang disebut hipoalgesia atau penurunan sensitivitas terhadap rasa sakit.
Dalam beberapa eksperimen, orang yang mengumpat saat merasakan nyeri terbukti mampu menahan rasa sakit lebih lama dibandingkan yang tidak.
Selain itu, para peneliti juga menunjukkan bahwa setelah mengucapkan kata-kata kasar, orang dapat merendam tangan mereka ke dalam air es lebih lama daripada jika mereka mengucapkan kata yang lebih netral.
4. Bisa membantu performa olahraga
Karena berkaitan dengan peningkatan toleransi nyeri dan pelepasan hormon seperti endorfin, mengumpat juga disebut dapat membantu meningkatkan performa saat berolahraga.
Seseorang mungkin mampu bertahan lebih lama atau menyelesaikan latihan dengan lebih kuat karena rasa sakit terasa lebih ringan. Meski demikian, ahli tetap mengingatkan agar tidak memaksakan diri secara berlebihan.
Sebuah penelitian dalam jurnal Quarterly Journal of Experimental Psychology 2022 bahkan menemukan bahwa seseorang yang mengulangi kata umpatan saat melakukan push-up merasa lebih percaya diri.
5. Memperkuat hubungan sosial seseorang
Selain manfaat fisik dan emosional, mengumpat juga bisa berdampak pada hubungan sosial. Dalam konteks yang tepat, kata-kata kasar justru dapat membuat suasana menjadi lebih santai dan akrab.
Beberapa ahli menyebut bahwa mengumpat bisa berfungsi seperti alat komunikasi yang membantu seseorang mengekspresikan diri secara lebih jujur.
Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa orang yang mengumpat dalam konteks tertentu cenderung dipersepsikan lebih jujur.
Studi dari jurnal Psychology, Crime & Law menemukan bahwa penggunaan kata kasar dalam kesaksian hukum membuat kesaksian tersebut tampak lebih kredibel bagi para peserta daripada kesaksian yang tidak mengandung kata kasar
Temuan lain menunjukkan bahwa di lingkungan kerja tertentu, seperti di antara rekan dengan hubungan dekat, penggunaan kata-kata kasar dapat memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan, selama digunakan dengan cara yang tidak menyinggung.
Meski memiliki manfaat, mengumpat bukan berarti bisa dilakukan sembarangan. Efek positif ini biasanya akan muncul jika dilakukan secara tidak berlebihan.
(nga/asr) Add
as a preferred source on Google

