BPOM Izinkan Vaksin Campak untuk Dewasa, Tak Lagi Khusus Anak
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi memperluas izin penggunaan vaksin campak untuk kelompok usia dewasa. Ini menjadi langkah strategis untuk menekan penyebaran penyakit yang kembali meningkat di sejumlah daerah di RI.
Kepala BPOM RI, Taruna Ikrar menegaskan bahwa kebijakan ini menandai perubahan penting dalam pendekatan vaksinasi nasional, yang selama ini lebih berfokus pada anak-anak.
"BPOM RI secara resmi memperluas penggunaan izin edar, memperluas indikasi penggunaan vaksin campak Bio Farma bagi kelompok dewasa yang berisiko campak, keputusan ini diambil sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan Indonesia," ujar Taruna, Rabu (8/4) seperti dilansir detikSulsel.
Taruna menjelaskan, keputusan tersebut tidak diambil secara terburu-buru. BPOM telah melakukan serangkaian analisis komprehensif, termasuk konsultasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta koordinasi dengan komite nasional ahli penilai obat.
Selain itu, evaluasi terhadap data uji klinis dari berbagai jenis vaksin campak juga menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan ini.
"Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, terhitung sejak 7 April, BPOM secara resmi menetapkan persetujuan vaksin campak Bio Farma untuk kelompok dewasa yang berisiko sakit campak," jelasnya.
Ia berharap kebijakan ini dapat menekan potensi penyebaran campak yang kini tidak lagi hanya mengancam anak-anak, tetapi juga orang dewasa, terutama kelompok berisiko tinggi seperti tenaga kesehatan.
Langkah ini diambil di tengah meningkatnya kasus campak di berbagai wilayah. Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat sedikitnya 169 kasus campak hingga 8 April 2026.
Empat daerah bahkan telah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB), yakni Makassar, Sinjai, Luwu, dan Wajo.
Kepala Dinkes Sulsel, Evi Mustikawati Arifin, mengungkapkan bahwa Kabupaten Sinjai mencatat jumlah suspek tertinggi, dengan 59 kasus dugaan dan tiga kasus terkonfirmasi positif.
"Kami tadi sudah sampaikan terkait adanya kebijakan dan yang kedua adalah kami sudah melakukan pembinaan melalui virtual zoom meeting terhadap semua kabupaten yang saya sebutkan tadi untuk melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan," ujarnya.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas dalam program vaksinasi campak untuk dewasa, menyusul tingginya risiko paparan di fasilitas layanan kesehatan.
Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes, L. Rizka Andalusia, menyebutkan bahwa vaksinasi akan difokuskan pada lebih dari 39 ribu tenaga medis dan 223 ribu tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus tertinggi.
"Nah tentunya dengan adanya KLB ini potensi penularan kepada orang berisiko tinggi, dalam hal ini para nakes yang bekerja langsung dengan pasien, mengalami risiko tinggi," jelas Rizka, Rabu (8/4) seperti dikutip dari Kemkes.
Selain itu, vaksin juga akan diberikan kepada sekitar 28 ribu dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani program internship di seluruh Indonesia.
Secara total, kebutuhan vaksin untuk kelompok dewasa prioritas ini diperkirakan mencapai sekitar 290 ribu dosis.
Pemerintah memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman. Hingga minggu ke-13 tahun 2026, stok vaksin Measles-Rubella (MR) nasional tercatat mencapai 9,8 juta dosis.
Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi selama sekitar 5,5 bulan ke depan.
Distribusi vaksin juga dipantau secara real-time melalui sistem SMILE (Satu Sehat Logistik), yang memungkinkan pemerintah memantau ketersediaan hingga tingkat fasilitas pelayanan kesehatan.
"Kami menjaga agar stok di seluruh daerah itu tetap terjaga tetapi juga tidak berlebihan sehingga tidak berisiko nanti vaksinnya akan menjadi rusak. Karena kami punya suatu mekanisme pemantauan vaksin yang namanya SMILE melalui Satu Sehat Logistik, sehingga kami dapat memantau ketersediaan vaksin di seluruh provinsi, kabupaten/kota sampai ke Puskesmas sampai ke fasilitas pelayanan kesehatan secara real-time," kata Rizka.
Taruna menambahkan, perluasan indikasi ini mencakup beberapa jenis vaksin, termasuk MR, MMR, serta vaksin campak tunggal yang diproduksi oleh Bio Farma bekerja sama dengan Serum Institute of India, serta produsen global seperti GlaxoSmithKline (GSK) dan Merck Sharp Dohme (MSD).
Menurutnya, seluruh vaksin yang disetujui telah melalui kajian ketat berbasis data ilmiah untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.
Di tengah meningkatnya kasus, Kemenkes juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, untuk segera melengkapi imunisasi dasar anak tanpa menunda hingga terjadi wabah.
Imunisasi campak direkomendasikan diberikan pada usia 9 bulan, 18 bulan, serta booster saat usia sekolah dasar.
Dengan perluasan vaksinasi ke kelompok dewasa, pemerintah berharap dapat membentuk perlindungan yang lebih luas dan mencegah penyebaran campak secara signifikan di masyarakat.
(nga/fef)