Keseruan Lebaran Betawi 2026, Warga Nikmati Kuliner dan Tradisi

CNN Indonesia
Senin, 13 Apr 2026 11:49 WIB
Lebaran Betawi 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta pada 10-12 April berlangsung meriah. (CNN Indonesia/Adi ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lebaran Betawi 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat berlangsung meriah. Festival yang memadukan kuliner, hiburan, dan tradisi dalam satu ruang itu menawarkan suasana berbeda untuk warga Jakarta.

Dari pagi sampai malam, festival ini dipenuhi warga yang ingin menikmati akhir pekan dengan cara berbeda, lebih santai, lebih ramai, dan lebih dekat dengan budaya Jakarta. Pengunjung juga datang bersama keluarga, teman, hingga anak-anak untuk menikmati pertunjukan seni sambil berburu makanan,seperti yang dilaporkan oleh CNN Indonesia, Minggu (12/4).

Selama tiga hari, 10 hingga 12 April 2026, kawasan Lapangan Banteng berubah menjadi titik kumpul warga yang ingin menikmati nuansa Betawi dari jarak yang lebih dekat. Bukan sekadar ajang silaturahmi, Lebaran Betawi juga menjadi ruang untuk melihat bagaimana budaya lokal tetap hidup dan terasa relevan di tengah Jakarta yang terus bergerak cepat.

Tahun ini, Lebaran Betawi mengusung tema "Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global". Meski temanya terdengar besar, suasana di lapangan justru terasa akrab.

Ondel-ondel, silat, tanjidor, gambus, hingga lenong komedi menjadi bagian dari atraksi yang menghidupkan suasana.

Bagi banyak pengunjung, ini bukan sekadar tontonan, melainkan cara menikmati Jakarta dari sisi yang lebih hangat, dan penuh identitas.

Berburu rasa di Lebaran Betawi

Salah satu area yang paling ramai tentu saja deretan stan kuliner. Berbagai makanan khas Betawi dipadati pengunjung yang penasaran ingin mencicipi jajanan maupun hidangan yang lebih mengenyangkan.

Dari sekian banyak pilihan, dodol Betawi menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian. Bukan hanya karena rasanya yang khas, tetapi juga karena proses pembuatannya yang menarik untuk disaksikan.

Pengunjung bisa melihat langsung bagaimana dodol diaduk dan diolah di lokasi. Pengalaman ini membuat stan dodol terasa bukan sekadar tempat belanja, melainkan juga bagian dari atraksi festival itu sendiri.

Varian dodol yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari original, durian, wijen, hingga ketan hitam. Harganya relatif ramah di kantong, berkisar dari Rp15 ribu hingga Rp100 ribu. Rentang harga ini membuat pengunjung bisa memilih sesuai selera dan bujet, baik untuk dinikmati langsung maupun dibawa pulang.

Dodol Betawi punya daya tarik tersendiri karena dianggap berbeda dari dodol pada umumnya. Teksturnya khas, rasanya pekat, dan bahan bakunya sederhana, tetapi kuat secara karakter. Dari kesederhanaan itulah muncul rasa yang lekat dengan ingatan banyak orang tentang Betawi.

Selain dodol, area kuliner festival juga dipenuhi berbagai makanan khas lain yang membuat pengunjung betah berlama-lama. Dari camilan hingga hidangan berat, Lebaran Betawi terasa seperti tempat yang pas untuk jajan sambil jalan, sesuatu yang selalu sulit ditolak saat akhir pekan.

Ragam pertunjukan budaya

Lebaran Betawi 2026 yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta pada 10-12 April berlangsung meriah. (CNN Indonesia/Adi ibrahim)

Suasana festival tak berhenti di area makanan. Panggung hiburan dan pertunjukan budaya menjadi magnet lain yang membuat kawasan ini terus dipadati warga. Pada hari kedua, atraksi silat menjadi salah satu sorotan, sebelum acara berlanjut dengan pertunjukan musik dan seni tradisional hingga malam hari.

Rangkaian acara berlangsung cukup panjang, dimulai sejak pagi dan berlanjut sampai malam. Pengunjung pun punya banyak waktu untuk datang tanpa harus terburu-buru.

Ada yang datang khusus untuk kulineran, ada yang fokus menonton pertunjukan, ada pula yang sekadar ingin menikmati suasana dan berjalan santai di area festival.

Itulah yang membuat Lebaran Betawi menarik sebagai destinasi gaya hidup akhir pekan. Festival ini bukan hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pengalaman yang lengkap, makan enak, menonton pertunjukan, menikmati ruang terbuka, hingga menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat.

Kehadiran pengunjung dari berbagai wilayah, termasuk luar Jakarta, juga menunjukkan bahwa daya tarik budaya Betawi masih kuat.

Orang datang bukan hanya untuk melihat tradisi, tetapi juga untuk merasakannya langsung. Ada rasa penasaran, nostalgia, dan kesenangan sederhana saat menikmati hiburan yang terasa khas Jakarta.

(anm/asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK