Batas Maksimal Konsumsi Gula Per Hari untuk Anak, Stop Kasih Berlebih

CNN Indonesia
Senin, 04 Mei 2026 11:00 WIB
Ilustrasi. Konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada anak. Lantas, berapa batas maksimal konsumsi gula per hari untuk anak? (iStock/gemphotography)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gula merupakan salah satu sumber energi penting yang mendukung aktivitas harian, termasuk bagi anak.

Namun, tidak sedikit orang tua yang belum menyadari bahwa konsumsi gula berlebihan dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada anak. Lantas, berapa batas maksimal konsumsi gula per hari untuk anak?

Di tengah maraknya makanan dan minuman manis, anak-anak menjadi kelompok yang rentan mengonsumsi gula secara berlebihan.

Tanpa pengawasan yang tepat, kebiasaan ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan anak dalam jangka panjang.

Penting untuk dipahami bahwa gula tidak hanya berasal dari gula tambahan seperti gula pasir, tetapi juga terdapat dalam minuman manis, permen, kue, sereal, hingga minuman kemasan seperti soda dan jus buah.

Bahkan, banyak produk yang tampak sehat ternyata mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

Oleh karena itu, edukasi mengenai konsumsi gula perlu dilakukan sejak dini. Dengan pemahaman yang baik, orang tua dapat membantu anak membangun kebiasaan makan yang lebih sehat.


Batas maksimal konsumsi gula per hari untuk anak

Menurut The American Heart Association, konsumsi gula tambahan untuk anak usia 2-18 tahun sebaiknya tidak melebihi 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh per hari.

Sementara itu, berdasarkan Jurnal European Society for Paediatric Gastroenterology, Hepatology and Nutrition (2018) yang berjudul Sugar Intake in Infants, Children, and Adolescents, batas konsumsi gula sebaiknya disesuaikan dengan usia anak, sebagai berikut:

Dengan demikian, batas ini mengacu pada konsumsi gula tambahan yang idealnya tidak melebihi 5 persen dari total kebutuhan energi harian anak.


Dampak konsumsi gula berlebih pada anak

Konsumsi gula yang melebihi batas harian dapat memberikan berbagai efek negatif bagi kesehatan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut dampak konsumsi gula berlebih pada anak yang perlu diwaspadai:

1. Meningkatkan risiko obesitas

Asupan gula berlebih, terutama dari minuman manis dan camilan tinggi gula, dapat menyebabkan penumpukan kalori berlebih. Kondisi ini berisiko memicu kenaikan berat badan hingga obesitas pada anak.

2. Memicu diabetes tipe 2

Konsumsi gula tambahan dalam jangka panjang dapat mengganggu metabolisme tubuh. Hal ini meningkatkan risiko resistensi insulin yang menjadi salah satu penyebab utama diabetes tipe 2.

3. Meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular

Tingginya konsumsi fruktosa dari gula tambahan dapat mempengaruhi kesehatan jantung. Anak yang terbiasa mengonsumsi gula berlebih berisiko mengalami gangguan kardiovaskular di masa depan.


4. Menimbulkan gangguan pencernaan

Konsumsi gula, terutama dalam bentuk cair seperti jus buah berlebihan, dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Gejala yang muncul meliputi diare, perut kembung, hingga nyeri perut.

5. Menyebabkan kerusakan gigi

Gula yang menempel pada gigi akan difermentasi oleh bakteri di mulut dan menghasilkan asam. Asam tersebut dapat merusak enamel gigi dan meningkatkan risiko karies dan gigi berlubang.

6. Menurunkan kualitas asupan nutrisi

Minuman manis dan makanan tinggi gula sering kali menggantikan asupan makanan bergizi. Akibatnya, anak berisiko kekurangan nutrisi penting seperti kalsium, zat besi, dan vitamin.

7. Mempengaruhi pola makan dan perilaku

Minuman manis tidak memberikan rasa kenyang yang optimal sehingga anak cenderung makan lebih banyak. Hal ini dapat meningkatkan total asupan kalori dan membentuk kebiasaan makan yang kurang sehat.

Nah, itulah batas maksimal konsumsi gula per hari untuk anak yang perlu dipahami oleh orang tua.

(gas/fef)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK