Indonesia Peringkat Kedua Kasus Campak Tertinggi di Dunia
Indonesia kini tercatat sebagai salah satu negara dengan jumlah kasus campak tertinggi di dunia, bahkan menempati peringkat kedua secara global dalam beberapa waktu terakhir.
Hal tersebut didapat dari data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Indonesia berada di posisi ke-2, dengan jumlah 10.744 kasus dalam beberapa waktu terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Hartono Gunardi mengatakan, posisi Indonesia tersebut menunjukkan peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir.
"Tahun 2024 kita masih masuk 10 besar, tahun 2025 di peringat enam, dan tahun 2026 ini sudah menduduki peringkat kedua dunia," ujar Hartono dalam acara Temu Jurnalis Pekan Imunisasi Sedunia 2026 di Jakarta, Kamis (23/4).
Selain Indonesia, sejumlah negara juga masuk dalam daftar 10 besar. Di antaranya sebagai berikut:
1. Yaman - 11.288 kasus
2. Indonesia - 10.744 kasus
3. India - 9.666 kasus
4. Pakistan - 7.361 kasus
5. Angola - 4.843 kasus
6. Laos - 3.167 kasus
7. Meksiko - 2.846 kasus
8. Nigeria - 2.755 kasus
9. Afghanistan - 2.668 kasus
10. Mongolia - 2.551 kasus
Tak bisa dianggap sepele
Hartono mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan. Justru, penyakit ini termasuk salah satu yang paling mudah menular.
"Campak ini penyakit yang sangat menular. Satu orang yang terkena campak dapat menularkan ke 12 sampai 18 orang," ujar Hartono.
Dalam kondisi tertentu, penularannya bahkan bisa jauh lebih tinggi. Ia mencontohkan kasus ekstrem seorang pramugari yang dilaporkan menularkan campak hingga 39 orang dalam satu penerbangan.
Tak hanya mudah menular, campak juga berisiko menimbulkan komplikasi berat, terutama pada anak.
Hartono menyebut, sekitar 1 dari 20 anak yang terkena campak berisiko mengalami radang paru (pneumonia), yang menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak balita.
"Campak ini bukan hanya menyebabkan sakit biasa. Komplikasinya bisa berat, seperti radang paru hingga radang otak," katanya.
Cakupan imunisasi rendah
Di tengah tingginya kasus, cakupan imunisasi di Indonesia masih menjadi tantangan.Data yang disampaikan dalam acara tersebut menunjukkan sekitar 2,8 juta anak di Indonesia belum mendapatkan imunisasi lengkap.Padahal, imunisasi menjadi langkah paling efektif untuk mencegah penularan dan menekan angka kasus campak.
"Oleh karena itu, pemerintah terus menganjurkan imunisasi dasar lengkap," ujar Hartono.
Ilustrasi. Rendahnya cakupan imunisasi jadi sorotan di tengah tingginya kasus campak di Indonesia. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim) |
Mudahnya penularan campak membuat penyakit ini cepat menyebar, terutama di lingkungan dengan cakupan imunisasi rendah. Hartono mengingatkan orang tua dan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit ini, mengingat dampaknya bisa serius.
"Ini yang perlu diwaspadai para orang tua dan masyarakat," katanya.
Lonjakan kasus campak secara global juga menunjukkan bahwa penyakit ini belum sepenuhnya terkendali, bahkan di beberapa negara yang sebelumnya sudah hampir bebas campak.
Di tengah kondisi ini, meningkatkan kesadaran terhadap imunisasi dan perlindungan anak menjadi langkah penting agar penyebaran tidak semakin meluas.
(anm/asr) Add
as a preferred source on Google


Ilustrasi. Rendahnya cakupan imunisasi jadi sorotan di tengah tingginya kasus campak di Indonesia. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)