Perhatikan, Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Kena Serangan Jantung

CNN Indonesia
Jumat, 24 Apr 2026 07:30 WIB
Ada golongan darah tertentu yang lebih tinggi risiko terkena serangan jantung ketimbang golongan darah lain. Golongan darah apa itu?
Ilustrasi. Ada golongan darah tertentu yang lebih tinggi risiko terkena serangan jantung ketimbang golongan darah lain. (Istockphoto/Tharakorn)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mengetahui apa golongan darah Anda itu penting, terutama kalau Anda ingin menjaga kesehatan jantung. Sebuah penelitian menunjukkan, pemilik golongan darah tertentu memiliki risiko lebih tinggi terhadap serangan jantung.

Risiko ini tidak hanya mencakup serangan jantung, tetapi juga penyakit jantung lainnya seperti stroke dan gagal jantung. Berikut ini ulasan tentang golongan darah mana yang lebih rentan terhadap risiko serangan jantung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Golongan darah dengan risiko serangan jantung

Orang dengan golongan darah A dan B memiliki risiko lebih tinggi untuk mengembangkan pembekuan darah ketimbang golongan darah O.

Temuan ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology di American Heart Association pada Januari 2020.

Penelitian yang melibatkan lebih dari 400.000 orang dan ini, menemukan lebih lanjut bahwa pemilik golongan darah A atau B memiliki risiko serangan jantung yang lebih tinggi sebesar 8 persen.

Adapun risiko gagal jantung meningkat sebesar 10 persen dibandingkan dengan pemilik golongan darah O.

Selain itu, perbedaan terbesar terletak pada kemungkinan pengembangan trombosis vena dalam. Orang dengan golongan darah A dan B memiliki kemungkinan 51 persen lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini dan 47 persen lebih tinggi untuk mengalami emboli paru-paru.

Meskipun memiliki golongan darah A atau B dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, penelitian juga menunjukkan bahwa risiko hipertensi justru lebih rendah sebesar 3 persen dibandingkan dengan orang yang memiliki golongan darah O.

Penemuan ini dapat memiliki implikasi penting bagi pengobatan yang dipersonalisasi, menurut Hilde Groot, penulis utama studi tersebut.

Temuan ini dapat berdampak pada pengobatan yang dipersonalisasi, kata Hilde Groot, penulis utama studi ini dan mahasiswa MD/PhD di Universitas Groningen di Belanda.

"Dokter umum dapat menggunakan informasi ini dalam pencegahan dan pengobatan penyakit kardiovaskular, serta para profesional medis dapat mempertimbangkan untuk memasukkan informasi golongan darah dalam uji coba di masa mendatang," ujar Groot seperti dikutip dari laman American Heart Association.

Adapun Douglas Guggenheim, ahli hematologi di Penn Medicine yang tak terlibat dengan penelitian ini, mengungkapkan alasan peningkatan risiko serangan jantung, erat kaitannya dengan peradangan dalam tubuh orang dengan golongan darah A, B, atau AB.

Protein yang ada dalam golongan darah A dan B dapat menyebabkan penyumbatan atau pengentalan yang lebih besar pada pembuluh darah vena dan arteri, sehingga meningkatkan risiko pembekuan darah serta penyakit jantung.

Perlukah menyesuaikan gaya hidup dengan golongan darah?

Meskipun penelitian menunjukkan golongan darah dapat memengaruhi risiko penyakit jantung, faktor-faktor besar seperti pola makan, olahraga, dan tingkat polusi di lingkungan sekitar tetap menjadi faktor utama.

Guggenheim menyatakan, tidak ada rekomendasi khusus yang harus diikuti berdasarkan golongan darah.

"Secara umum, pola makan seimbang dan menyehatkan jantung adalah hal yang akan direkomendasikan oleh dokter mana pun, dan saya katakan bahwa golongan darah ABO tidak mengubah hal itu," kata Guggenheim, seperti dikutip dari CNET.

Guggenheim menegaskan, tidak ada jaminan perlindungan lebih dari risiko serangan jantung hanya karena seseorang memiliki golongan darah O.

Namun, penelitian di masa depan mungkin memberikan cara yang lebih definitif bagi dokter untuk merawat pasien berdasarkan golongan darah mereka.

Misalnya, seorang pasien dengan kadar kolesterol yang sehat dan golongan darah A mungkin mendapatkan manfaat dari penggunaan aspirin harian, sedangkan hal ini mungkin tidak diperlukan untuk pasien dengan golongan darah O yang sama.

[Gambas:Video CNN]

(rti) Add as a preferred
source on Google