Anak Sering Sariawan? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diperhatikan Orang Tua

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 05:40 WIB
ilustrasi  sariawan pada anak
Ilustrasi. Penyebab sariawan pada anak. (iStockphoto/Phanuwat Nandee)
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Sariawan mungkin terlihat sebagai masalah kecil, tetapi ketika luka di mulut muncul berulang kali, orang tua tentu mulai bertanya-tanya. Apalagi jika anak sampai sulit makan, minum, atau mengeluh sakit setiap kali sariawan kambuh.

Tak sedikit orang tua yang belum menyadari penyebab sariawan pada anak. Memangnya, apa saja?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sariawan yang berulang dikenal sebagai recurrent aphthous stomatitis (RAS) atau stomatitis aftosa rekuren. Kondisi ini ditandai dengan munculnya luka kecil yang terasa nyeri di bagian dalam mulut dan dapat kambuh dari waktu ke waktu.

Lantas, apa saja yang bisa membuat anak sering sariawan?

1. Kekurangan nutrisi tertentu

Asupan zat gizi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika anak mengalami sariawan berulang. Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Dermatology and Venereology menemukan kemungkinan hubungan antara RAS dengan kekurangan beberapa nutrisi, terutama vitamin B12, folat, dan zat besi.

Studi membandingkan kadar zat besi, ferritin, asam folat, dan vitamin B12 pada pasien RAS dengan kelompok sehat.

Hasilnya, kadar vitamin B12 ditemukan lebih rendah secara signifikan pada pasien RAS. Sementara itu, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada parameter lainnya.

2. Stres juga bisa berpengaruh

Anak mungkin belum selalu bisa menjelaskan ketika sedang tertekan. Perubahan rutinitas, masalah di sekolah, konflik dengan teman, atau berbagai pengalaman yang membuat anak cemas dapat memengaruhi kondisi tubuh.

Karena itu, ketika sariawan muncul berkali-kali, orang tua bisa memperhatikan apakah kemunculannya bertepatan dengan periode ketika anak sedang menghadapi perubahan atau tekanan tertentu.

3. Mulut mengalami luka atau trauma

Sariawan juga bisa muncul setelah adanya luka kecil di dalam mulut. Pada anak, trauma semacam ini cukup mudah terjadi. Misalnya, bagian dalam pipi tidak sengaja tergigit ketika makan, mulut terkena sikat gigi, atau terjadi gesekan dari makanan maupun benda tertentu.

Luka kecil tersebut dapat menjadi salah satu penyebab munculnya sariawan pada anak yang memang memiliki kecenderungan mengalami RAS.

Untuk mencegahnya, hindari kebiasaan menyikat gigi dengan tekanan terlalu kuat atau kasar.

4. Faktor genetik

Anak yang sering sariawan juga mungkin memiliki faktor genetik atau riwayat keluarga. Mengutip studi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (Unpad), kondisi yang jadi penyebab RAS belum diketahui secara pasti dan bersifat multifaktor.

Dalam penelitian yang dilakukan, faktor genetik termasuk salah satu hal yang dapat berperan, bersama dengan faktor hormonal, stres, dan defisiensi nutrisi.

Artinya, jika orang tua atau anggota keluarga memiliki riwayat sariawan berulang, anak juga mungkin memiliki kecenderungan yang sama.

5. Perubahan hormonal dan kondisi tubuh tertentu

Selain faktor genetik dan nutrisi, perubahan hormonal juga termasuk faktor yang dibahas dalam penelitian mengenai RAS. Perubahan hormonal bisa jadi salah satu penyebab sariawan pada anak.

Kondisi tubuh tertentu juga dapat berkaitan dengan munculnya sariawan berulang. Karena itu, jika sariawan terus kambuh, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain, penyebabnya sebaiknya tidak langsung diasumsikan sebagai kekurangan vitamin.

(anm/asr)