Riset Terbaru Ungkap 6 Ciri Sehat Mental
Di tengah maraknya tren healing dan self-love, banyak orang masih terjebak dalam persepsi keliru mengenai makna "sehat mental".
Sebagian besar menganggap kondisi ini hanya soal merasa bahagia, namun riset terbaru menunjukkan dimensi yang jauh lebih luas.
Penelitian dari University of Adelaide yang diterbitkan dalam jurnal Nature Mental Health merumuskan definisi baru yang lebih komprehensif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan survei terhadap 122 pakar lintas disiplin, kesehatan mental yang positif ternyata merupakan perpaduan antara aspek emosional, psikologis, dan sosial.
Para peneliti mengidentifikasi enam faktor krusial yang menandakan seseorang memiliki kondisi mental yang sehat, di antaranya,
1. Memiliki Makna Hidup: Memahami tujuan dan alasan di balik keberadaan diri.
2. Kepuasan Hidup: Merasa cukup dan puas dengan perjalanan hidup yang dijalani.
3. Penerimaan Diri: Mampu menerima kelebihan serta kekurangan diri secara objektif.
4. Kualitas Hubungan Sosial: Menjalin koneksi yang sehat dan suportif dengan orang lain.
5. Otonomi Diri: Merasa memiliki kendali dan kuasa atas keputusan-keputusan hidup.
6. Kesejahteraan Emosional: Merasakan kebahagiaan dalam porsi yang wajar.
Peneliti Matthew Iasiello menegaskan bahwa kesehatan mental tidak bisa disederhanakan menjadi satu jenis perasaan saja.
"Kesehatan mental yang positif adalah kombinasi dari cara kita merasa, berfungsi secara psikologis, dan bagaimana kita terhubung dengan lingkungan sekitar," jelasnya, dikutip dari laman resmi University of Adelaide.
Salah satu temuan menarik dalam studi ini adalah seseorang tetap bisa dikategorikan sehat mental meski tidak selalu merasa "baik-baik saja". Sehat mental bukanlah kondisi tanpa beban, melainkan kapasitas untuk tetap berfungsi dan menemukan makna meski sedang menghadapi tantangan berat.
Matthew menambahkan bahwa memiliki kriteria tersebut bukan berarti seseorang otomatis bebas dari gangguan mental. Fokus utamanya adalah bagaimana individu mampu menjalani hidup yang bermakna di tengah segala situasi.
Selain itu, faktor luar seperti tingkat pendapatan, kondisi fisik, maupun lokasi tempat tinggal diklasifikasikan sebagai faktor pendukung (memengaruhi), tapi bukan bagian dari definisi kesehatan mental itu sendiri.
Selama ini, perbedaan definisi membuat otoritas maupun lembaga pendidikan kesulitan mengukur tingkat kesehatan mental masyarakat secara efektif. Dan Fassnacht dari University of the Sunshine Coast menyebut kejelasan definisi adalah langkah awal yang fundamental.
"Anda tidak bisa membangun atau memperbaiki sesuatu yang tidak bisa didefinisikan secara konkret," ungkap Fassnacht.
Dengan adanya standar ini, pemerintah dan instansi terkait diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Peneliti Joep van Agteren juga mengingatkan bahwa langkah sederhana, seperti membangun hubungan sosial yang positif, sudah berkontribusi besar terhadap ketahanan mental seseorang.
Laporan bertajuk "A Delphi consensus study on the dimensions of positive mental health" ini telah resmi dipublikasikan pada 10 April 2026.
(wiw) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]