Kajari Purwakarta Apsari Dewi Terima Penghargaan Leading Women Awards
Kepala Kejaksaan Negeri Purwakarta, Apsari Dewi meraih penghargaan dari CNN Indonesia Leading Women Awards 2026 pada Selasa (5/5) malam di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan.
Perempuan inspiratif ini menerima penghargaan untuk kategori Outstanding Prosecutorial Leader in Public Accountability. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Direktur CNN Indonesia Titin Rosmasari.
Lihat Juga :LEADING WOMEN AWARDS 2026 CNN Indonesia Leading Women Awards 2026 Digelar Malam Ini |
Apsari mengapresiasi penghargaan yang diterimanya. Ia juga menujukan penghargaan tersebut bagi seluruh jaksa perempuan Indonesia.
"Sebagai penegak hukum, tantangannya cukup luar biasa. Stigma penegak hukum harus tangguh, kuat mental dan fisik, namun penghargaan ini juga membuktikan bahwa wanita bisa berada di posisi yang tangguh dan strategis. Wanita dengan empatinya dan humanisnya dapat berkarya dan berkontribusi untuk bangsa," ujarnya dalam ketika menerima trofi.
Apsari menerima penghargaan dari ajang ini karena dinilai konsisten memperkuat pengawasan dana desa.
Selain itu, ia mendorong tata kelola pemerintah yang transparan melalui inovasi digital dan kolaborasi lintas sektor. Transparansi ini dapat meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik.
Sebagai penegak hukum, Apsari juga mampu menunjukkan komitmen pada keadilan yang humanis. Ia fokus pada perlindungan perempuan dan anak, serta pendekatan berperspektif korban.
Apsari resmi menjabat sebagai Kajari Purwakarta sejak 28 Oktober 2025. Ia dilantik langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) Hermon Dekristo.
Sebelum bertugas di Purwakarta, Apsari sempat menjabat sebagai Kajari Tangerang Selatan pada 2024.
Apsari memulai kariernya sebagai Jaksa Penuntut Umum sejak tahun 2000 hingga 2020. Ia pernah bekerja di sejumlah kantor kejaksaan, antara lain Denpasar, Jakarta Utara, Provinsi Bali, hingga di Kejaksaan Agung RI.
Ada banyak kasus kriminal yang ditanganinya selama menjadi JPU, mulai dari kasus korupsi, terorisme, perdagangan narkoba, hingga perdagangan satwa liar serta manusia.
Kiprah Apsari di bidang hukum ini tak lepas dari latar belakang pendidikannya. Ia mendapat gelar S1 Hukum di Universitas Udayana pada tahun 2000.
Apsari kemudian melanjutkan studi magister hukum di Universitas Melbourne, Australia, pada 2002-2003. Ia mendapat gelar PhD di universitas yang sama pada 2018, dengan spesialisasi bidang ekstradisi internasional.
Sebanyak lebih dari 30 perempuan inspiratif menerima penghargaan di berbagai bidang dalam Leading Women Awards 2026.
Gelaran ini menjadi ajang yang menyoroti perempuan-perempuan inspiratif dengan kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui nilai kepemimpinan yang berdampak, integritas, inklusivitas, dan keberlanjutan, penghargaan ini diharapkan dapat terus mendorong peran perempuan dalam berbagai sektor strategis.
(rti)