7 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia 2026, Singapura Kelima

CNN Indonesia
Rabu, 06 Mei 2026 08:15 WIB
Kota Zurich di Swiss, negara peringkat kedua dengan biaya hidup termahal di dunia. (sdh_zh/Wikimedia CC-BY-2.0)
Jakarta, CNN Indonesia --

Memasuki pertengahan tahun 2026, lonjakan inflasi global dan pergeseran nilai mata uang telah mengubah peta biaya hidup negara-negara di dunia.

Mengutip Aviation A2Z, lembaga International Insurance baru saja merilis daftar tujuh negara dengan biaya hidup paling mahal bagi penduduknya.

Indikator biaya hidup ini tidak hanya menghitung sewa hunian dan bahan makanan, tetapi juga menjadi "barometer emosional" tentang sejauh mana gaji seseorang mampu menopang gaya hidup, hiburan, hingga biaya utilitas tanpa harus merasa cemas di akhir bulan.

Tinggal di negara yang masuk dalam daftar ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi kaum kelas menengah.

Berikut adalah daftar negara dengan biaya hidup paling premium di tahun 2026:

1. Kepulauan Cayman (Cayman Islands)

Kepulauan Cayman menempati urutan pertama sebagai tempat tinggal termahal di dunia. Sebagai pusat keuangan global, wilayah ini menarik ekspatriat kaya yang bekerja di sektor offshore banking.

- Penyebab: Hampir semua kebutuhan pokok harus diimpor.
- Biaya Utama: Hunian mewah dengan lahan terbatas membuat harga sewa melambung ekstrem.

2. Swiss

Swiss tetap menjadi langganan daftar ini berkat stabilitas ekonomi dan kualitas hidupnya yang luar biasa. Kota-kota seperti Zurich, Jenewa, dan Basel menjadi pusat pengeluaran terbesar.

- Penyebab: Upah yang tinggi berbanding lurus dengan harga barang.
- Biaya Utama: Asuransi kesehatan swasta bersifat wajib, ditambah biaya pendidikan internasional yang sangat mahal.

3. Islandia

Faktor geografi menjadi pendorong utama mahalnya hidup di negara pulau ini.

- Penyebab: Ketergantungan pada impor untuk bahan pangan dan bahan bakar.
- Sisi Positif: Biaya perumahan relatif lebih moderat dibandingkan negara lain dalam daftar ini, didukung sistem layanan publik yang disubsidi besar oleh pemerintah.

4. Bahama

Negara di kawasan Atlantik ini menjadi magnet bagi individu super kaya karena kebijakan pajaknya yang menguntungkan.

- Penyebab: Biaya operasional tinggi untuk barang-barang impor di ibu kota Nassau.
- Biaya Utama: Layanan kesehatan dan kebutuhan sehari-hari dipatok dengan harga yang menyasar pasar internasional.

5. Singapura

Menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara di posisi teratas, Singapura tetap menjadi kekuatan finansial global meski dengan wilayah yang sangat terbatas.

- Penyebab: Kelangkaan lahan membuat harga properti terus meroket.
- Biaya Utama: Kepemilikan mobil pribadi sangat mahal akibat pajak dan regulasi ketat. Namun, transportasi umum dan makanan lokal tetap relatif terjangkau.

6. Norwegia

Norwegia mewakili gaya hidup Skandinavia dengan biaya tinggi namun didukung sistem kesejahteraan yang kuat.

- Penyebab: Pajak dan biaya tenaga kerja yang tinggi membuat harga restoran dan bahan makanan melonjak.
- Sisi Positif: Penduduk menikmati gaji tinggi dan akses layanan publik gratis atau bersubsidi.

7. Denmark

Kopenhagen menjadi mesin utama mahalnya biaya hidup di Denmark. Meskipun pajak sangat tinggi, penduduknya konsisten menempati peringkat terbahagia di dunia.
- Penyebab: Biaya penitipan anak dan perumahan di pusat kota yang jauh di atas rata-rata nasional.

Lalu, kenapa biaya hidup di negara-negara di atas begitu mahal?

Para analis mencatat bahwa biaya hidup yang fantastis ini merupakan kombinasi dari beberapa faktor kunci, seperti nilai tukar mata uang yang tinggi terhadap mata uang global.

Kemudian, keterbatasan sumber daya sehingga negara-negara itu bergantung pada barang impor karena kondisi geografis. Pajak tinggi juga jadi alasan biaya hidup yang mahal karena untuk mendanai layanan publik kelas dunia.

Selain itu, standar gaji penduduk yang besar secara otomatis menaikkan harga jasa dan barang lokal di negara tersebut.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK