IDAI: Risiko Penularan Hantavirus Rendah, Masyarakat Tak Perlu Panik

CNN Indonesia
Jumat, 08 Mei 2026 19:15 WIB
Dalam media briefing pada Kamis (8/5), IDAI tegaskan masyarakat tak perlu panik, risiko penyebaran hantavirus secara meluas dinilai rendah.
Ilustrasi. Dalam media briefing pada Kamis (8/5), IDAI tegaskan masyarakat tak perlu panik, risiko penyebaran hantavirus secara meluas dinilai rendah. (iStockphoto/Choreograph)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat tidak panik menyikapi kabar wabah hantavirus yang berkaitan dengan kapal pesiar MV Hondius.

Meski virus ini bisa berbahaya, risiko penularan secara luas dinilai rendah. Hal ini karena pola penyebarannya berbeda dengan COVID-19 atau influenza.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan kepanikan.

"Saya kira prinsip pertama adalah jangan suka panikan. Sebagai masyarakat, sebagai orang tua, jangan panikan dulu ya," kata Piprim dalam media briefing IDAI pada Kamis (8/5).

Piprim mengatakan, hantavirus umumnya menular dari hewan pengerat seperti tikus. Penularan antarmanusia bisa terjadi, tetapi membutuhkan kontak erat dan berkepanjangan.

"Belum tentu juga apa yang terjadi itu bisa menulari seperti COVID. Karena memang virus ini, virus Andes, ini biasanya menularnya dari rodent, dari tikus dan penularan antarmanusia itu hanya bisa terjadi melalui kontak erat yang berkepanjangan," tutur Piprim.

Hal senada disampaikan Dominicus Husada dari Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI & Guru Besar Bidang Ilmu PD3I Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya. Ia mengatakan, hantavirus bukan virus baru dan sudah lama dikenal dalam dunia medis.

"Kita tidak setakut itu lah, dengan hanta ini, tapi memang jangan sampai lengah. Virus hanta adalah sesuatu yang kita sudah kenal cukup lama, bukan virus baru," kata Dominicus.

Menurutnya, risiko hantavirus menyebar luas seperti COVID-19 sangat kecil. Penyebabnya, hantavirus tidak mudah menular antarmanusia dalam pergaulan sehari-hari.

Dominicus juga menjelaskan, penularan antarmanusia pada virus Andes membutuhkan kontak erat. Misalnya, tinggal serumah, berada dalam ruangan kecil yang sama setiap hari, atau sering berinteraksi dekat dengan pasien.

"Kalau kita tidak merupakan kontak erat, ketemu hanya sesekali, praktis risiko kita itu kecil juga untuk tertular," katanya.

Meski begitu, IDAI tetap meminta masyarakat untuk waspada. Piprim menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), terutama menjaga kebersihan lingkungan dari tikus.

Masyarakat perlu pula memperhatikan makanan dan lingkungan rumah agar tidak dibiarkan menjadi tempat tikus berkeliaran.

(anm/rti) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]