7 Tips Traveling Long Wekeend Nyaman Saat Cuaca Panas Menyengat

CNN Indonesia
Jumat, 15 Mei 2026 05:00 WIB
Ilustrasi traveling saat cuaca panas menyengat. (iStock/PraewBlackWhile)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena gelombang panas kini tengah melanda berbagai belahan dunia, bahkan memecahkan rekor suhu tertinggi di sejumlah negara.

Kondisi cuaca panas ekstrem ini tentu menjadi tantangan bagi para pelancong yang ingin tetap menikmati masa liburannya, terutama saat momen long weekend.

Agar agenda perjalanan kamu tidak terganggu oleh risiko kelelahan akibat cuaca panas menyengat, diperlukan strategi khusus untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima.

Tak mustahil tubuh kita menjadi drop saat merasakan cuaca yang panas menyengat. Sejumlah hal perlu dilakukan ketika liburan dengan cuaca panas, agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Berikut adalah tujuh tips supaya kegiatan traveling kamu bisa berjalan nyaman di tengah cuaca panas terik, dirangkum dari berbagai sumber:

1. Memulai Agenda Lebih Awal

Suhu udara biasanya mulai merangkak naik secara signifikan pada pukul 11.00 waktu setempat. Meskipun banyak yang mengira tengah hari adalah puncaknya, kenyataannya suhu di sore hari justru terasa lebih menyengat.

Strategi terbaik adalah keluar dari penginapan lebih pagi dan kembali atau menepi saat matahari tepat berada di atas kepala.

2. Pilih Busana yang Tepat

Gunakan pakaian yang longgar, berbahan ringan, dan mampu menyerap keringat dengan baik. Selain itu, tabir surya adalah perangkat wajib yang harus diaplikasikan secara berkala.

Untuk kenyamanan ekstra, Anda bisa membawa kipas angin genggam sebagai penyejuk instan di sela aktivitas luar ruang.

3. Lakukan Hidrasi Fisik Secara Langsung

Basuhlah wajah, lengan, dan tangan dengan air dingin sesering mungkin untuk menurunkan suhu permukaan kulit. Di kota-kota Eropa, Anda bisa memanfaatkan air mancur publik yang biasanya menyediakan air bersih dingin. Jika memungkinkan, mandi air dingin juga sangat efektif untuk menyegarkan tubuh kembali.

4. Jadikan Ruang Ber-AC sebagai 'Tempat Persembunyian'

Saat terik matahari berada di titik paling berbahaya, jeda sejenak di ruangan berpendingin udara (AC) adalah pilihan bijak. Anda bisa menyusun rencana kunjungan ke museum, galeri seni, kafe, atau restoran pada siang hari agar terhindar dari paparan panas langsung.

5. Minum Tanpa Menunggu Haus

Jangan jadikan rasa haus sebagai indikator untuk minum. Tingkatkan asupan cairan jauh lebih banyak dari biasanya. Membawa botol minum pribadi yang mampu menjaga suhu air tetap dingin akan sangat membantu mobilitas Anda di cuaca panas.

6. Selektif dalam Memilih Menu Makanan

Kondisi suhu tinggi menuntut tubuh untuk mendapatkan asupan yang menyegarkan. Prioritaskan makanan dengan kandungan air tinggi, seperti sayuran segar, salad, atau buah-buahan seperti semangka dan anggur. Hindari makanan berat yang terlalu berminyak karena dapat membebani kerja sistem pencernaan di saat tubuh sedang berusaha mendinginkan diri.

7. Proteksi dengan Asuransi Perjalanan

Risiko kesehatan akibat suhu ekstrem-seperti dehidrasi berat atau sunstroke-bisa terjadi kapan saja. Memiliki asuransi perjalanan yang menjamin biaya pengobatan darurat adalah langkah preventif yang sangat krusial. Hal ini memastikan Anda mendapatkan penanganan medis yang layak tanpa perlu mengkhawatirkan biaya tak terduga.

(wiw)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Piknik Estetik di Candi Prambanan

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK