Turis Foto Harimau Pakai Ponsel Saat Safari di India Bakal Kena Denda
Menyaksikan seekor harimau besar muncul di alam liar setelah berjam-jam menanti tentu membuat siapa pun tergoda untuk segera merogoh kantong dan mengambil ponsel untuk memotretnya.
Namun, jika Anda berencana melakukan safari di India, aktivitas mengambil foto menggunakan smartphone atau ponsel pintar tersebut akan segera dilarang secara total.
Mahkamah Agung India telah mengesahkan undang-undang baru yang melarang penggunaan ponsel di seluruh kawasan suaka margasatwa harimau (tiger reserves) di negara tersebut.
Regulasi ketat ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Oktober 2026, tepat setelah berakhirnya musim muson di India.
Langkah drastis ini diambil setelah otoritas taman nasional melaporkan lonjakan perilaku buruk turis yang dinilai sudah berada di tahap membahayakan.
"Otoritas taman nasional sangat khawatir dengan tren pengunjung yang membuat satwa stres serta menempatkan diri mereka sendiri, pemandu, dan urusan konservasi dalam risiko besar, hanya demi mengejar foto selfie atau konten media sosial," ujar Amrit Singh, Direktur Pelaksana TransIndus, kepada Wanderlust, seperti dikutip Time Out.
Beberapa insiden fatal dan ekstrem mendasari dibuatnya aturan ini. Salah satu insidennya ketika di Taman Nasional Ranthambhore, seekor harimau yang tampak stres tertangkap kamera dikepung oleh jip wisatawan yang berteriak histeris sambil memotret, membuat satwa tersebut kesulitan melarikan diri ke dalam hutan.
Selain itu juga pernah terjadi beberapa turis dilaporkan nekat melompat keluar dari jip pengaman hanya untuk mengambil ponsel mereka yang terjatuh di area jelajah predator.
Dalam insiden lain, seorang anak tidak sengaja terdorong keluar dari jip di tengah kepanikan massal turis yang berebut mengambil foto, memaksa pemandu ikut melompat keluar demi menyelamatkan nyawa anak tersebut.
Bukan cuma itu, otoritas juga khawatir komunikasi ponsel yang tidak dibatasi dapat dimanfaatkan oleh sindikat pemburu liar untuk berbagi lokasi harimau secara real-time.
Pemerintah India memberikan waktu enam bulan kepada seluruh operator tur untuk menerapkan infrastruktur pendukung, termasuk menyediakan loker penyerahan ponsel yang aman sebelum tur dimulai.
Sanksi tegas telah disiapkan bagi pelanggar. Turis yang nekat menyelundupkan atau menggunakan ponsel akan langsung dikenakan denda berat.
Kemudian, taman nasional di India yang lalai menegakkan aturan ini terancam dicabut izin operasi safarinya secara permanen.
Meski ponsel dilarang, aturan ini memberikan pengecualian bagi fotografer profesional atau wisatawan yang membawa kamera digital (DSLR/Mirrorless) dan perlengkapan video.
Penggunaan kamera ini tetap diizinkan dengan syarat fotografer mematuhi kode etik penyeberangan dan tidak mengganggu kenyamanan satwa.
(wiw)