PET-CT dan SPECT-CT, Jawaban untuk Hasil Pemeriksaan yang Belum Jelas

Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 17:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: istockphoto/alvarez)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketika gejala sakit masih terus terasa, sementara dokter menyatakan hasil diagnosis yang berbeda-beda dengan hasil pemeriksaan yang pasti belum keluar, atau arah rencana pengobatan tidak jelas, pasien pasti akan kebingungan. Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan lanjutan yang lebih akurat dapat membantu memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mendekatkan pada kepastian diagnosis.

Pemeriksaan lanjutan itu menggunakan PET-CT dan SPECT-CT, yakni teknologi pencitraan canggih yang melihat organ, juga aktivitas sel dan jaringan tubuh. Dengan hasil lebih detail, dokter dapat mendeteksi penyakit lebih dini, menegakkan diagnosis lebih akurat, dan menentukan terapi yang sesuai.

"Pemeriksaan PET-CT dan SPECT-CT memberikan informasi penting mengenai aktivitas penyakit pada tingkat sel, sehingga membantu dokter menentukan diagnosis, stadium kanker, hingga memantau efektivitas terapi secara lebih akurat," kata dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

Dalam penggunaannya, PET-CT Scan umumnya direkomendasikan ketika terdapat kecurigaan kanker berdasarkan gejala klinis maupun hasil laboratorium. Pemeriksaan ini membantu melihat aktivitas metabolik sel yang mencurigakan, yang biasanya lebih tinggi dibandingkan sel normal, sehingga mendukung diagnosis secara lebih akurat.

Selain untuk diagnosis awal, PET-CT Scan juga berperan dalam menentukan stadium kanker (staging), yaitu menilai penyebaran sel kanker ke kelenjar getah bening maupun organ lain. Informasi ini menjadi dasar penting dalam menentukan strategi terapi, mulai dari operasi, kemoterapi, radioterapi, hingga terapi target.

"Melalui pemeriksaan tersebut, efektivitas pascaterapi juga dapat dinilai melalui perubahan aktivitas sel kanker setelah pengobatan, sekaligus mendeteksi kemungkinan kekambuhan sejak dini. Hasil ini membantu dokter menentukan apakah terapi masih efektif atau perlu disesuaikan," tambah dr. Lim Andreas.

(Foto: dok Mayapada Hospital)


Sementara itu, SPECT-CT Scan digunakan untuk menilai fungsi organ secara lebih menyeluruh, baik dari struktur anatomi, juga aktivitas fungsionalnya. Pemeriksaan ini membantu mengevaluasi kondisi tulang pada dugaan penyebaran kanker, fungsi tiroid, aliran darah jantung, hingga fungsi ginjal, sehingga memberikan gambaran fungsi organ secara komprehensif.

Seiring dengan kebutuhan akan pemeriksaan yang lebih akurat dan menyeluruh, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan PET-CT dan SPECT-CT di Nuclear Medicine and Molecular Imaging yang terintegrasi dengan Oncology Center.

Layanan ini dilengkapi dengan penerapan teknologi dan protokol low radiation imaging (dosis radiasi rendah) sebagai salah satu keunggulan layanan, sehingga pemeriksaan yang berperan dalam deteksi dini, juga memberikan kenyamanan lebih bagi pasien dalam proses pemantauan jangka panjang.

Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care dan didukung oleh kolaborasi tim dokter multidisiplin dari berbagai subspesialisasi, memastikan pasien mendapatkan penanganan yang lebih tepat dan terarah. Selama perawatan, Tumor Board aktif menyusun rencana terapi yang tepat, sementara Patient Navigator mendampingi pasien di setiap tahap perawatan, mulai dari skrining, evaluasi hasil, hingga penyusunan rencana terapi.

Bagi Anda yang membutuhkan layanan deteksi dini atau evaluasi kanker secara menyeluruh dengan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan, dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran nuklir di Mayapada Hospital. Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui Call Center 150770 atau aplikasi MyCare.

Informasi seputar kesehatan dari para dokter Mayapada Hospital dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, dapat dimantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK