Operasi Katarak Kini Bisa Disesuaikan dengan Gaya Hidup
Katarak selama ini identik dengan gangguan penglihatan pada usia lanjut. Namun, perkembangan teknologi membuat penanganan katarak kini tidak lagi sekadar menghilangkan lensa mata yang keruh, tetapi juga membantu pasien mendapatkan kualitas penglihatan yang lebih sesuai dengan aktivitas sehari-hari.
Dokter spesialis mata di Jakarta Eye Center, Nina Asrini Noor menjelaskan, katarak dapat ditangani melalui prosedur operasi dengan cara mengangkat lensa mata yang keruh dan menggantinya dengan lensa buatan atau intraocular lens (IOL).
"Dulu, operasi katarak sering dipahami sebatas mengangkat lensa yang keruh. Kini, dengan teknologi modern seperti FLACS dan pilihan lensa tanam yang semakin beragam, pasien tidak hanya dibantu untuk melihat kembali, tetapi juga untuk mendapatkan kualitas penglihatan yang lebih sesuai dengan aktivitas dan gaya hidupnya," ujar Nina saat media brieifing yang digelar JEC di kawasan Jakarta Selatan, Rabu (20/5).
Operasi katarak sendiri termasuk prosedur yang umum dilakukan dan memiliki tingkat keberhasilan tinggi. Kini, teknologi bedah juga berkembang menjadi lebih presisi melalui metode Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS).
Apa itu FLACS?
FLACS merupakan teknologi operasi katarak yang menggunakan laser femtosecond dengan bantuan sistem pencitraan optik dan komputer. Teknologi ini membantu beberapa tahapan penting dalam operasi, mulai dari pembuatan sayatan kornea, pembukaan kapsul lensa, hingga pemecahan lensa yang keruh sebelum diganti dengan lensa tanam.
Presisi menjadi salah satu keunggulan utama FLACS. Teknologi ini memungkinkan dokter menyesuaikan tindakan operasi dengan kondisi mata pasien secara lebih terukur, termasuk anatomi mata, tingkat keparahan katarak, kebutuhan penglihatan, hingga jenis lensa tanam yang akan digunakan.
Dengan pendekatan yang lebih personal, operasi katarak kini juga menjadi bagian dari perencanaan kualitas penglihatan jangka panjang pasien.
Mengenal lensa tanam pada operasi katarak
Dalam operasi katarak, lensa alami mata yang sudah keruh akan digantikan dengan lensa buatan kecil yang disebut intraocular lens (IOL). Lensa inilah yang nantinya sangat menentukan kualitas penglihatan pasien setelah operasi.
Seiring perkembangan teknologi, pilihan lensa tanam kini semakin beragam dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan visual masing-masing pasien.
Menurut Nina, pilihan lensa tanam yang tersedia saat ini mencakup lensa monofokal, multifokal, Extended Depth of Focus (EDOF), hingga toric untuk pasien dengan mata silinder.
"Pemilihan lensa tanam yang tepat menjadi semakin penting karena kebutuhan penglihatan setiap orang berbeda. Seseorang yang banyak membaca, bekerja di depan laptop, dan aktif menggunakan gawai tentu memiliki kebutuhan visual yang berbeda dengan mereka yang lebih sering berkendara, bekerja di luar ruangan, atau menjalani aktivitas sosial yang tinggi," jelasnya.
Jenis-jenis lensa tanam
1. Lensa tanam monofokal
Lensa monofokal dirancang untuk membantu penglihatan pada satu jarak fokus tertentu, umumnya jarak jauh. Pasien yang menggunakan lensa ini biasanya masih membutuhkan kacamata untuk membaca atau aktivitas jarak dekat lainnya.
Namun, beberapa variasi lensa monofokal kini juga tersedia, seperti aspheric yang membantu meningkatkan ketajaman visual dan kontras, hingga monofokal plus yang dapat membantu aktivitas jarak menengah seperti bekerja di depan komputer.
2. Lensa tanam multifokal
Lensa multifokal memiliki beberapa zona fokus untuk membantu penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat sekaligus.
Jenis lensa ini cocok bagi pasien yang aktif dan ingin mengurangi ketergantungan pada kacamata untuk berbagai aktivitas, mulai dari membaca, bekerja dengan komputer, hingga berkendara.
3. Lensa tanam EDOF
Extended Depth of Focus (EDOF) dirancang untuk memperluas rentang fokus penglihatan, terutama dari jarak jauh hingga menengah.
Lensa ini dinilai dapat memberikan transisi penglihatan yang lebih natural, terutama untuk aktivitas modern seperti melihat layar komputer, membaca dashboard kendaraan, hingga mobilitas sehari-hari.
4. Lensa tanam toric
Bagi pasien dengan astigmatisme atau mata silinder, lensa toric dapat membantu mengoreksi silinder sekaligus saat operasi katarak dilakukan.
Koreksi toric juga dapat dikombinasikan dengan jenis lensa lain, baik monofokal, multifokal, maupun EDOF, sesuai kebutuhan pasien.
(tis/tis)