Kopi Bisa Redakan Kecemasan? Peneliti Justru Temukan Ini

tis | CNN Indonesia
Jumat, 22 Mei 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Minum kopi konon bisa meredakan kecemasan. (epicantus/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Minum kopi sering dianggap sebagai cara sederhana untuk meningkatkan semangat dan energi di pagi hari. Namun, penelitian terbaru menemukan bahwa kebiasaan minum kopi dalam jumlah sedang juga bisa berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik.

Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Journal of Affective Disorders menemukan bahwa konsumsi 2 hingga 3 cangkir kopi per hari dikaitkan dengan risiko stres, kecemasan, dan depresi yang lebih rendah.

Penelitian ini menyoroti adanya hubungan antara jumlah kopi yang diminum seseorang setiap hari dengan risiko gangguan suasana hati dan stres. Menariknya, pola ini ditemukan pada berbagai jenis kopi, mulai dari kopi bubuk, kopi instan, hingga kopi tanpa kafein atau decaf.

Kopi redakan kecemasan?

Melansir Healthline, para peneliti menggunakan data dari UK Biobank dan menganalisis informasi kesehatan 461.586 orang yang memiliki kondisi mental baik di awal penelitian. Seluruh peserta dipantau selama rata-rata 13,4 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar 2 sampai 3 cangkir per hari, berkaitan dengan risiko gangguan suasana hati dan stres yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak minum kopi atau mengonsumsi lebih dari 3 cangkir per hari.

Sebaliknya, konsumsi 5 cangkir kopi atau lebih setiap hari justru dikaitkan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental.

Psikiater sekaligus ahli pengobatan tidur, Alex Dimitriu, mengatakan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat membantu meningkatkan suasana hati, energi, dan ketahanan terhadap stres.

Ia menjelaskan bahwa dalam banyak penelitian, satu cangkir kopi biasanya setara dengan 8 ons atau sekitar 240 ml yang mengandung 80-100 miligram kafein.

"Jangan menafsirkan hasil penelitian ini dengan minum dua sampai tiga gelas kopi ukuran jumbo setiap hari," ujar Dimitriu.

Mengapa kopi bisa memengaruhi suasana hati?

Meski penelitian ini tidak secara langsung meneliti perubahan pada otak, peneliti menduga kandungan senyawa bioaktif dalam kopi berperan terhadap efek tersebut.

Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa senyawa dalam kopi memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, dan neuroprotektif. Senyawa ini diduga dapat memengaruhi jalur di otak yang berhubungan dengan regulasi suasana hati.

Selain itu, kafein juga diketahui memengaruhi dopamin, yakni zat kimia otak yang berkaitan dengan rasa senang, motivasi, dan energi.

Ahli gizi kardiologi preventif, Michelle Routhenstein, mengingatkan bahwa efek kopi bisa berbeda pada setiap orang.

"Bagi sebagian orang, kopi mungkin terasa membantu. Namun pada orang lain, kopi justru bisa memperburuk kecemasan, tidur, dan suasana hati," katanya.

Menurutnya, kopi bukanlah pengobatan untuk gangguan mental dan tidak bisa mencegah kondisi tersebut. Karena itu, kopi sebaiknya hanya menjadi bagian kecil dari pola hidup sehat secara keseluruhan.

Berapa banyak kopi yang aman dikonsumsi?

Melansir Medical News Today, manfaat paling optimal saat minum kopi ditemukan pada konsumsi 2 hingga 3 cangkir per hari. Jumlah ini juga konsisten dengan berbagai penelitian sebelumnya yang mengaitkan kopi dengan manfaat kesehatan lain, seperti menurunkan risiko penyakit jantung dan meningkatkan umur panjang.

Namun, para peneliti menegaskan pentingnya konsumsi dalam batas wajar. Sebab, semakin tinggi konsumsi kopi, manfaatnya justru cenderung menurun dan bisa berubah menjadi efek negatif.

Selain minum kopi, para ahli menekankan bahwa menjaga kesehatan mental tetap membutuhkan pola hidup yang seimbang. Tidur cukup, rutin berolahraga, makan sehat, menghabiskan waktu di alam, serta menjaga hubungan sosial tetap menjadi faktor utama dalam menjaga suasana hati dan kesehatan mental.

Meski hasil penelitian ini cukup menjanjikan, para peneliti menegaskan bahwa studi tersebut hanya menunjukkan hubungan, bukan sebab-akibat langsung. Artinya, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan apakah kopi benar-benar dapat membantu menurunkan risiko kecemasan dan depresi.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK