10 Cara Jalani Frugal Living saat Kebutuhan Harian Kian Mahal
Di tengah melemahnya nilai tukar rupiah, harga kebutuhan sehari-hari terasa ikut semakin mahal. Kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil atau sering disebut banyak orang sebagai 'in this economy' membuat sebagian orang mulai berpikir ulang sebelum mengeluarkan uang.
Tak sedikit yang kini mencari cara agar pengeluaran lebih terkendali dan uang tidak cepat habis. Salah satu konsep yang mulai banyak diterapkan adalah frugal living.
Frugal living bukan sekadar hidup hemat, melainkan gaya hidup yang menekankan kesadaran dalam mengonsumsi sesuatu dan mengelola uang secara lebih terencana.
Lihat Juga : |
Mengutip studi Managing Finances Early Through Frugal Living, konsep ini berkaitan dengan mindful spending atau kebiasaan membelanjakan uang secara sadar demi mencapai kondisi finansial yang lebih stabil dan mandiri sejak dini.
Artinya, seseorang bukan hanya mengurangi belanja, tetapi juga lebih kritis dalam membedakan mana kebutuhan yang benar-benar penting dan mana yang hanya dorongan sesaat.
Perilaku frugal living biasanya terlihat dari kebiasaan membeli barang berdasarkan fungsi, mengontrol godaan belanja impulsif, mencari harga terbaik, hingga mempertimbangkan daya tahan barang sebelum membeli.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep ini bisa diterapkan lewat kebiasaan sederhana seperti membuat anggaran bulanan, membedakan kebutuhan dan keinginan, mengurangi impulsive buying, hingga lebih sadar terhadap konsumsi digital seperti kebiasaan checkout spontan karena diskon atau tren media sosial.
Penelitian Social and Cultural Strategies in the Frugal Living Practices of Students juga menemukan mahasiswa menerapkan frugal living melalui langkah sederhana, mulai dari membawa bekal, memasak sendiri, membatasi nongkrong, hingga menetapkan batas pengeluaran harian.
Berikut 10 cara menerapkan frugal living dalam kehidupan sehari-hari:
1. Membuat anggaran bulanan
Pisahkan anggaran untuk makan, transportasi, hiburan, tabungan, dan kebutuhan lainnya agar pengeluaran lebih terarah.
2. Mencatat pengeluaran harian
Kebiasaan ini membantu melihat 'uang bocor' kecil yang sering kali tidak disadari.
3. Membedakan kebutuhan dan keinginan
Biasakan berpikir ulang sebelum membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.
4. Mengurangi impulsive buying
Hindari belanja spontan hanya karena diskon, flash sale, atau tren media sosial.
5. Membatasi daily spending
Tetapkan batas pengeluaran harian agar lebih disiplin dalam menggunakan uang.
6. Memasak sendiri dan meal prep
Memasak di rumah bisa membantu menekan pengeluaran dibanding terlalu sering membeli makanan atau kopi di luar.
7. Mengurangi lifestyle inflation
Saat pendapatan meningkat, pengeluaran tidak harus ikut naik hanya demi mengikuti gaya hidup tertentu.
8. Memilih local brand atau thrift
Produk lokal dan barang bekas layak pakai bisa menjadi pilihan lebih realistis tanpa harus selalu mengejar merek mahal.
9. Memanfaatkan promo dengan bijak
Mencari diskon sah-sah saja, tetapi tetap pastikan barang yang dibeli memang benar-benar dibutuhkan.
10. Mengurangi pengeluaran rutin yang tidak perlu
Mulailah dari langkah sederhana seperti membatalkan langganan yang jarang dipakai, menggunakan transportasi umum, atau berbagi biaya kebutuhan tertentu.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, frugal living tak lagi sekadar identik dengan gaya hidup hemat. Konsep ini juga menjadi cara untuk mengatur keuangan dengan lebih sadar agar kondisi finansial tetap aman dalam jangka panjang.
(anm/tis)