Uban di Usia Muda Normal Enggak? Ini 4 Penyebabnya
Munculnya uban selama ini identik dengan pertambahan usia. Namun, tak sedikit orang mulai menemukan rambut memutih bahkan sejak usia belasan atau 20-an tahun.
Uban di usia muda sebenarnya bukan kondisi yang sepenuhnya langka. Rambut berubah menjadi abu-abu atau putih ketika produksi melanin, pigmen pemberi warna rambut, mulai menurun atau berhenti diproduksi oleh sel melanocyte di folikel rambut.
Mengutip dari Health, penyebab uban di usia muda bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari genetik, stres, hingga kondisi kesehatan tertentu.
Bahkan, seseorang disebut mengalami uban prematur ketika rambut memutih sebelum usia 20 tahun pada orang kulit putih, sebelum 25 tahun pada orang Asia, dan sebelum 30 tahun pada orang kulit hitam.
Faktor keturunan disebut menjadi penyebab yang dominan. Seseorang memiliki kemungkinan 3 sampai 5 kali lebih besar mengalami uban dini jika orang tua mereka juga mulai beruban sebelum usia 30 tahun.
Seperti dikutip dari Biology Insights, gen tertentu seperti IRF4 diketahui berperan dalam mengatur produksi dan penyimpanan melanin di rambut. Variasi gen tersebut dapat membuat sel penghasil pigmen lebih cepat berhenti bekerja sehingga rambut memutih lebih awal.
Selain faktor genetik, stres juga disebut dapat mempercepat munculnya uban. Sejumlah penelitian menemukan orang dengan uban dini cenderung mengalami lebih banyak tekanan emosional dibanding orang lain.
Stres memicu pelepasan hormon dan reaksi tubuh yang meningkatkan stres oksidatif. Kondisi ini dapat merusak sel penghasil pigmen rambut secara perlahan.
Meski begitu, uban tidak selalu muncul semata karena faktor keturunan atau stres. Beberapa kondisi kesehatan juga bisa memicu rambut memutih lebih cepat. Berikut di antaranya.
1. Kondisi medis tertentu
Gangguan autoimun seperti vitiligo dan alopecia areata dapat menyerang sel pigmen tubuh, termasuk pada rambut. Selain itu, gangguan tiroid, baik hipertiroid maupun hipotiroid, juga diketahui dapat mengganggu proses pembentukan melanin.
Kekurangan nutrisi tertentu juga menjadi salah satu penyebab yang cukup sering ditemukan pada kasus uban dini. Rendahnya kadar vitamin B12, zat besi, ferritin, zinc, selenium, hingga tembaga dapat memengaruhi kesehatan folikel rambut dan produksi pigmen.
2. Pola makan buruk, kurang protein
Pola makan yang buruk hingga kekurangan protein juga disebut dapat mempercepat rambut memutih. Pada beberapa kasus, memperbaiki kekurangan nutrisi bahkan dapat membantu memperlambat munculnya uban baru.
3. Kebiasaan merokok
Kebiasaan merokok turut dikaitkan dengan uban prematur. Paparan zat kimia dari rokok dapat meningkatkan radikal bebas yang merusak sel rambut. Beberapa penelitian menunjukkan perokok cenderung mengalami uban lebih cepat dibanding nonperokok.
Lihat Juga : |
4. Paparan cahaya matahari berlebih
Paparan sinar ultraviolet berlebih, penggunaan catokan atau hair dryer bersuhu tinggi, hingga bahan kimia pewarna rambut yang terlalu sering juga dapat mempercepat kerusakan pigmen rambut.
Meski sering membuat seseorang kehilangan rasa percaya diri, uban di usia muda umumnya bukan kondisi berbahaya. Namun, pemeriksaan medis disarankan jika uban muncul mendadak dalam jumlah banyak, disertai kerontokan parah, kelelahan, perubahan berat badan, atau keluhan kesehatan lain.
Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan darah untuk mengecek kemungkinan gangguan tiroid, anemia, atau kekurangan vitamin tertentu yang berkaitan dengan perubahan warna rambut.
Jika uban dipicu faktor genetik, kondisi ini umumnya tidak dapat dicegah. Namun, menjaga pola makan, mengelola stres, tidur cukup, dan menghindari rokok dapat membantu memperlambat proses munculnya uban lebih dini.
(nga/asr)