Jembatan Ambruk di Labuan Bajo Tewaskan 2 Turis, Kelalaian Pengelola?

CNN Indonesia
Selasa, 26 Mei 2026 11:30 WIB
Jembatan gantung kayu di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Labuan Bajo, NTT, ambruk dan tewaskan 2 turis Austria.
Jembatan gantung kayu di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang, Labuan Bajo, NTT, ambruk dan tewaskan 2 turis Austria. (CNN Indonesia/Petrus)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dua wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing asal Austria, Jurgen Perjul (55) dan Astrid Perjul (57), tewas mengenaskan setelah terjatuh dari jembatan gantung setinggi 20 meter di kawasan wisata Air Terjun Cunca Wulang Labuan Bajo, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa tragis ini terjadi akibat rapuhnya struktur kayu jembatan hingga ambruk total. Pihak kepolisian saat ini tengah mengusut tuntas dugaan kelalaian pengelola terkait aspek keselamatan dan pemeliharaan infrastruktur di destinasi wisata tersebut.

Pemandu wisata yang mendampingi korban, Muhamad Muhardin (30), membeberkan detik-detik mencekam saat kedua turis tersebut jatuh bebas ke dasar jurang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Insiden itu bermula ketika Jurgen dan Astrid tiba di lokasi sekitar pukul 09.20 WITA dengan didampingi sopir pribadi mereka, Julius Mam (45). Setelah menyelesaikan proses registrasi di pos tiket, mereka memulai aktivitas trekking dipandu oleh Muhardin.

Setibanya di jembatan gantung kayu yang membentang di atas aliran sungai berbatu, pasangan suami istri ini berniat membuat dokumentasi video pendek. Mereka menyerahkan ponsel kepada Muhardin dan memintanya mengambil rekaman dari arah belakang saat mereka menyeberang. Namun, baru melangkah sekitar 10 meter, jembatan kayu tersebut mendadak patah.

"Tiba-tiba terdengar suara kayu patah yang sangat keras seperti dahan pohon besar yang tumbang. Dalam hitungan detik, jembatan langsung ambruk total. Saya melihat mereka berdua jatuh bebas ke bawah dan langsung menghantam batu-batu sungai yang besar di dasar jurang," kenang Muhardin saat memberikan kesaksian di Labuan Bajo, seperti dilansir Detik, Minggu (24/5).

Melihat kedua korban terkapar di dasar sungai, Muhardin langsung berlari kembali ke pos tiket untuk meminta pertolongan warga sekitar.

Tim SAR gabungan yang tiba beberapa saat kemudian harus berjibaku melewati medan sungai Cunca Wulang yang sempit, terjal, dan dipenuhi batuan licin.

Setelah proses evakuasi yang dramatis, jenazah kedua korban akhirnya berhasil dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Komodo, Labuan Bajo.

Aparat kepolisian dari Polres Manggarai Barat langsung bergerak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan memasang garis polisi.

"Prioritas utama kami sesaat setelah kejadian adalah mengevakuasi korban dan langsung mengamankan TKP guna menjaga keaslian bukti-bukti fisik atau mempertahankan status quo," tegas Kapolres Manggarai Barat, AKBP Christian Kadang.

AKBP Christian Kadang menyatakan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap insiden yang mencoreng citra pariwisata daerah ini. Langkah hukum tegas akan diambil jika terbukti ada kelalaian dari pihak pengelola.

Polres Manggarai Barat melakukan sejumlah penanganan imbas insiden tersebut. Tim Identifikasi Sat Reskrim Polres Manggarai Barat telah diterjunkan ke lokasi untuk memeriksa secara detail kelayakan teknis dan material jembatan gantung kayu tersebut.

Polisi dijadwalkan memanggil pihak pengelola destinasi wisata Cunca Wulang-yang diketahui berada di bawah naungan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Manggarai Barat-untuk dimintai keterangan terkait standar operasional prosedur (SOP) keselamatan dan pemeliharaan fasilitas.

Kepolisian juga menjalin komunikasi intensif dengan Kedutaan Besar Austria di Jakarta. Koordinasi ini meliputi pengurusan dokumen resmi, pengamanan barang-barang pribadi korban di penginapan, hingga fasilitasi proses repatriasi (pemulangan) jenazah ke negara asal sesegera mungkin.

Jembatan gantung maut yang menjadi akses utama menuju Air Terjun Cunca Wulang ini berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan darat dari pusat kota Labuan Bajo dan merupakan salah satu destinasi alam terpopuler bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

(wiw) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]