Stasiun Kereta Terbesar di Bumi, Luasnya Setara 170 Lapangan Bola

CNN Indonesia
Rabu, 27 Mei 2026 09:00 WIB
Stasiun Chongqing East Railway di China, stasiun kereta terbesar di dunia. (Getty Images/onlyyouqj)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berlokasi di kota megapolitan Chongqing, China, Stasiun Kereta Api Timur Chongqing (Chongqing East Railway Station) resmi menyandang predikat sebagai stasiun kereta api terbesar di dunia.

Predikat itu berdasarkan luas wilayah, dengan total area konstruksi mencapai 1,22 juta meter persegi atau setara dengan 170 lapangan sepak bola standar internasional.

Mega-proyek yang menelan investasi fantastis sebesar US$7,8 miliar atau sekitar sekitar Rp138,8 triliun ini diselesaikan dalam waktu 38 bulan.

Stasiun ini kini menjadi pusat perhatian global setelah CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, mengunggah video kekagumannya terhadap stasiun ini di platform X yang langsung ditonton lebih dari 56 juta kali.

Melansir laporan Xinhua News Agency, stasiun raksasa ini memiliki desain vertikal bertingkat yang terdiri dari delapan lantai. Keunggulan utama dari stasiun ini adalah fungsinya sebagai hub transportasi komprehensif "empat dimensi".

Di dalam satu kompleks bangunan yang sama, penumpang dapat berpindah moda transportasi secara instan (seamless transfer) tanpa perlu keluar gedung. Integrasi tersebut meliputi:

- Jalur Kereta Cepat Antarkota (High-Speed Rail)
- Jaringan Kereta Bawah Tanah (Metro/Subway)
- Terminal Bus Dalam Kota & Bus Antarkota Jarak Jauh
- Alokasi Khusus Armada Taksi dan Kendaraan Daring

Pada jam-jam sibuk, mahakarya arsitektur ini dirancang mampu menampung dan melayani pergerakan hingga 16.000 penumpang setiap jamnya. Infrastruktur ini ditopang oleh 29 peron (platform) jalur keberangkatan serta 15 jalur rel kereta aktif.

Melansir VN Express, Stasiun Timur Chongqing telah beroperasi penuh sejak Juni 2025, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta cepat koridor Chongqing Timur-Qianjiang (bagian dari jaringan kereta cepat Chongqing-Xiamen).

Jalur rel ini didesain khusus untuk mendukung operasional kereta peluru dengan kecepatan super tinggi hingga 350 kilometer per jam. Stasiun ini menghubungkan wilayah barat daya China langsung ke berbagai pusat ekonomi dan wisata utama seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Xi'an.

Selain kecanggihan fisiknya, stasiun ini telah mengadopsi sistem manajemen digital berbasis kecerdasan buatan (AI), sistem pemandu arah pintar (intelligent guidance), serta atap kaca raksasa dengan desain hemat energi untuk memaksimalkan pencahayaan alami di dalam ruang tunggu (waiting hall).

Kehadiran stasiun ini kian memperkuat daya tarik pariwisata Chongqing. Kota ini telah lama dikenal dunia sebagai megacity bernuansa "cyberpunk" karena topografi pegunungan "8D" yang ekstrem-di mana gedung-gedung tinggi, jalan layang berlapis, dan kereta monorel tampak saling menembus apartemen.

Sebagai tempat lahirnya kuliner Sichuan Hotpot dengan cita rasa mala (pedas-kebas) yang ikonik serta gerbang keberangkatan kapal pesiar Sungai Yangtze, Chongqing tahun ini diprediksi akan mengalami ledakan arus wisatawan domestik maupun internasional berkat kemudahan akses dari stasiun terbesar di bumi ini.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK