Penyebab Anak Tidak Mau Mendengarkan Orang Tua, Coba Cermati 8 Hal Ini

CNN Indonesia
Sabtu, 30 Mei 2026 15:50 WIB
Ilustrasi. Ada banyak alasan yang menjadi penyebab anak tidak mau mendengarkan orang tua. Ayah ibu dapat mencermati 8 hal ini. (iStockphoto/Prostock-Studio)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebagai orang tua pasti ingin anaknya mendengarkan dan patuh akan setiap nasihat yang diberikan. Namun, seringkali harapan tidak sesuai kenyataan.

Tidak sedikit saran atau perintah orang tua dibantah oleh anak-anak mereka. Lantas, apa penyebab anak tidak mau mendengarkan orang tua?

Ada banyak alasan yang menjadi penyebab anak tidak mau mendengarkan orang tua. Mengutip Psychology Today, berikut beberapa penyebab yang dapat dicermati.

1. Anak merasa terputus

Anak seringkali merasa terputus dengan orang tuanya. Hubungan orang tua dan anak yang kuat merupakan kunci untuk berkolaborasi.

Cobalah luangkan waktu 10 menit tanpa gangguan berdua saja dengan anak Anda setiap hari selama seminggu. Anda bisa memilih aktivitas yang mereka inginkan dan lihatlah perubahannya.


2. Anak sedang asyik dengan aktivitasnya

Anak-anak juga memiliki kesamaan dengan orang dewasa ketika mereka sedang asyik dengan aktivitasnya dan tidak ingin diganggu.

Cobalah rencanakan aktivitas yang lebih mudah untuk dihentikan saat Anda tidak punya banyak waktu dan cobalah untuk tidak mengganggu anak-anak saat sedang asyik bermain.


3. Anak belum paham soal konsep waktu

Anak-anak sering kesulitan memahami soal konsep waktu. Untuk itu, Anda bisa menggunakan pengatur waktu visual yang memberikan representasi jelas tentang berapa banyak waktu yang tersisa.

Jangan mengatakan, "Aku akan segera ke sana" jika yang dimaksud adalah lima menit. Hal ini akan membantu mereka mengatur aktivitas mereka dengan lebih efektif.


4. Anak kesulitan mengingat banyak instruksi

Salah satu penyebab orang tua jarang didengar oleh anak adalah banyaknya instruksi yang tidak dapat diingat olehnya. Sebaiknya, uraikan tugas menjadi instruksi sederhana dengan satu langkah.

Tambahkan instruksi lebih lanjut pada hari ketika Anda tidak terburu-buru untuk mendukung perkembangan kemampuan mereka.

5. Anak terbiasa menunggu teriakan atau marahnya orang tua

Anak-anak yang terbiasa dengan teriakan dan kemarahan orang tuanya biasanya akan menunggu reaksi tersebut untuk menjalankan tugas.

Sebaiknya, buatlah penugasan yang jelas dan ringkas tanpa pengulangan yang berlebihan. Jika anak mengabaikan Anda hingga Anda meninggikan suara, pertimbangkan alasan mana dari daftar tersebut yang berlaku untuk situasi Anda saat ini.

6. Perintah yang diulang-ulang

Mengulang-ulang perintah yang sama bisa membosankan bagi anak Anda. Alih-alih mengatakan "Ambil sepatumu", "Tolong ambil sepatumu" atau "Simpan sepatumu". Anda bisa menggunakan kalimat yang lebih variatif.

Misalnya saja,"Saya melihat sepatu di lantai." Untuk anak-anak yang tidak dapat mengingat instruksi, Anda bisa membuat bagan visual tentang aktivitas mereka.


7. Kebiasaan orang tua yang tidak mendengarkan anak

Ketika Anda tidak pernah mendengarkan anak, maka anak juga akan berperilaku sama dengan mengikuti Anda. Maka itu, dibutuhkan komunikasi dua arah.

Luangkan waktu untuk mendengarkan anak Anda secara aktif. Ketika anak-anak merasa didengar dan dihargai, mereka cenderung membalas dan mendengarkan Anda.

8. Terlalu banyak hal yang diminta

Kadangkala anak enggan mendengarkan orang tua karena terlalu banyaknya hal yang diminta untuk dikerjakan. Tentu hal ini akan membuat anak menjadi malas melakukannya.

Dalam banyak kasus, penyebab anak tidak mau mendengarkan orang tua adalah kombinasi dari sejumlah hal yang dipaparkan di atas. Sebagai orang tua tentu harus memahami kemampuan dan kondisi mental anak-anak kita.

Anda bisa belajar memahami dengan tahu kapan kita harus bertanya, apa yang harus ditanyakan dan bagaimana cara kita bertanya.

(glo/fef)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Kenapa Blok M?

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK