Jangan Dipaksa, Kenali Tanda Anak Siap Toilet Training

CNN Indonesia
Jumat, 05 Jun 2026 09:45 WIB
Ilustrasi. Para orang tua harus tahu kapan anak bisa diajak toilet training. (iStockphoto/Polina Strelkova)
Jakarta, CNN Indonesia --

Toilet training merupakan proses melatih anak agar mampu buang air di toilet tanpa bantuan orang tua. Bagi banyak orang tua, tahap ini sering menjadi tantangan tersendiri karena membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan kesiapan anak.

Kemampuan menggunakan toilet sendiri menjadi salah satu tahap penting dalam perkembangan anak menuju kemandirian. Namun, orang tua sebaiknya tidak terburu-buru memulai toilet training sebelum anak benar-benar siap.

Mengutip laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), tidak ada patokan usia pasti untuk memulai toilet training. Kesiapan anak umumnya dilihat dari kematangan fisik dan psikologis yang biasanya mulai muncul pada usia 18 bulan hingga 2,5 tahun.

Lantas, apa saja tanda anak sudah siap toilet training? Berikut tanda-tandanya:

1. Tanda fisik

Melansir BabyCenter, ada beberapa tanda fisik yang menunjukkan anak siap menjalani toilet training, antara lain:

• Memiliki koordinasi tubuh yang cukup baik untuk berjalan atau berlari dengan stabil.

• Buang air kecil dalam jumlah cukup banyak sekaligus.

• Memiliki jadwal buang air besar yang relatif teratur dan mudah diprediksi.

• Mampu tetap 'kering' setidaknya selama dua jam atau saat tidur siang. Hal ini menunjukkan otot kandung kemih anak mulai berkembang dengan baik.

2. Tanda perilaku

Selain fisik, kesiapan anak juga bisa dilihat dari perilakunya sehari-hari. Berikut tandanya:

• Dapat duduk tenang selama dua hingga lima menit.

• Mampu menarik celana naik dan turun sendiri.

• Mulai merasa tidak nyaman saat popok basah atau kotor.

• Menunjukkan ketertarikan terhadap kebiasaan orang lain di kamar mandi.

• Memberikan tanda saat ingin buang air, misalnya berjongkok, mendengus, atau mengatakan ingin BAB.

• Mulai menunjukkan keinginan untuk mandiri.

• Merasa bangga saat berhasil melakukan sesuatu sendiri.

• Tidak menolak ketika diajak belajar menggunakan toilet.

• Sedang berada pada fase yang kooperatif, bukan fase sering menolak atau membangkang.

3. Tanda kognitif

Kesiapan toilet training juga berkaitan dengan kemampuan kognitif anak. Berikut beberapa tandanya:

• Memahami sinyal tubuh saat ingin buang air dan mampu memberi tahu orang tua.

• Bisa mengikuti instruksi sederhana, seperti mengambil atau menyimpan barang.

• Mulai memahami konsep menempatkan sesuatu pada tempatnya.

• Mengenali kosakata sederhana terkait urine dan feses.

Setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Karena itu, orang tua tidak perlu membandingkan kemampuan anak dengan anak lain.

Justru yang paling penting, orang tua dapat mengenali tanda anak sudah siap toilet training dan menjalani prosesnya dengan sabar tanpa paksaan. Dengan begitu, anak bisa belajar lebih nyaman dan percaya diri.

(pua/tis)


KOMENTAR

TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK