Dokter Ungkap Cara Cegah Kanker Kolorektal, Kurangi Daging Merah

CNN Indonesia
Minggu, 31 Mei 2026 03:00 WIB
Ilustrasi. Waspada kanker kolorektal. (iStock/peterschreiber.media)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kanker kolorektal menjadi salah satu jenis kanker yang semakin mendapat perhatian karena jumlah kasusnya terus meningkat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan deteksi dini.

Ketua Pengurus Besar Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia Ari Fahrial Syam mengatakan pencegahan kanker kolorektal dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari yang sederhana, seperti menjaga pola makan sehat dan aktif bergerak.

"Jadi ini penyakit yang bisa dicegah. Caranya dengan menerapkan gaya hidup yang sehat, kurangi makan daging-daging, banyak makan sayur, banyak minum, bergerak," kata Ari dikutip dari Antara.

Menurut Ari, konsumsi sayur dan buah secara rutin penting untuk memenuhi kebutuhan serat harian yang berperan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan. Selain itu, masyarakat juga dianjurkan untuk mengelola stres dengan baik, menjaga berat badan ideal, serta menghindari rokok dan minuman beralkohol.

Tak hanya mengubah gaya hidup, Ari juga menekankan pentingnya skrining atau pemeriksaan dini kanker kolorektal. Deteksi pada tahap awal memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang lebih efektif sehingga peluang kesembuhan meningkat.

Ia mencontohkan Taiwan yang berhasil menekan angka kematian akibat kanker kolorektal hingga sekitar 30 persen melalui program skrining yang masif. Selain itu, lebih banyak kasus dapat ditemukan sebelum memasuki stadium lanjut.

"Artinya kualitas hidup masyarakat meningkat karena jumlah kasus stadium lanjut yang ditemukan menjadi lebih sedikit," ujarnya.

Kanker kolorektal pada stadium lanjut umumnya ditandai dengan sejumlah gejala, seperti buang air besar berdarah, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, hingga diare kronis yang berlangsung dalam waktu lama.

Senada dengan Ari, Kepala Human Cancer Research Centre (HCRC) Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Murdani Abdullah mengatakan skrining kanker kolorektal memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan tidak melakukan pemeriksaan sama sekali.

Menurut dia, deteksi dini tidak hanya membantu menekan biaya pengobatan, tetapi juga mengurangi kehilangan produktivitas akibat penyakit serta menurunkan risiko kematian.

Sementara itu, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan pemeriksaan sejak dini dapat membuat pengobatan menjadi lebih sederhana dan tidak terlalu membebani pasien.

"Kalau sedini mungkin kita tahu, pengobatannya tidak berat. Dia mungkin hanya perlu operasi saja, tidak perlu kemoterapi, tidak perlu radiasi. Kemudian kebutuhan obat-obatan pendukung juga berkurang," kata Nadia.

Nadia menambahkan masyarakat dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang disediakan pemerintah untuk melakukan skrining, termasuk pemeriksaan yang berkaitan dengan risiko kanker.

Ia juga kembali mengingatkan pentingnya memperbanyak konsumsi sayur dan buah lokal sebagai sumber serat harian. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai menjadi salah satu langkah efektif untuk menjaga kesehatan usus sekaligus menurunkan risiko kanker kolorektal di kemudian hari.

(tis/tis)


Saksikan Video di Bawah Ini:

Kenapa Blok M?

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK