Anak Panda Rio Resmi Bisa Menyapa Pengunjung Taman Safari Indonesia

CNN Indonesia
Selasa, 02 Jun 2026 12:00 WIB
Bayi panda raksasa yang diberi nama Rio sudah bisa menyapa pengunjung Taman Safari Indonesia mulai akhir Mei 2026. (AFP/ADITYA AJI)
Jakarta, CNN Indonesia --

Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Bogor, secara resmi mulai memperkenalkan Rio kepada masyarakat luas pada akhir Mei 2026. Rio merupakan anak giant panda (panda raksasa) pertama dalam sejarah yang berhasil lahir di Indonesia.

Momen kelulusan Rio untuk akhirnya bisa menyapa publik diputuskan setelah anak panda menggemaskan ini dinyatakan memenuhi seluruh indikator kesiapan fisik, kestabilan perilaku, serta fase tumbuh kembang yang optimal.

Rangkaian penilaian tersebut dilakukan melalui asesmen ketat oleh tim Life Science dan Veteriner TSI yang berkolaborasi dengan para tenaga ahli dari China Conservation and Research Centre for the Giant Panda (CCRCGP).

Panda berjenis kelamin jantan ini lahir pada 27 November 2025 dengan kondisi awal yang sangat rapuh dan bobot hanya berkisar 200 gram. Namun, dalam kurun waktu sekitar enam bulan, perkembangannya berjalan sangat masif.

Melalui siaran pers resminya pada Senin (1/6), manajemen Taman Safari Indonesia membeberkan sejumlah kemajuan positif terkait kondisi fisik Rio, termasuk mengalami lonjakan berat badan yang kini menembus lebih dari 11 kilogram.

Rio juga sudah memiliki kemampuan motorik yang baik dan mampu berjalan sendiri tanpa kesulitan serta menunjukkan kedekatan yang aktif dan responsif dengan sang induk, Hu Chun.

Anak panda ini juga mulai diperkenalkan dengan makanan padat berupa rebung (tunas bambu) secara bertahap sebagai bagian dari proses penyapihan.

"Perkembangan Rio dinilai sangat baik dan diawasi secara profesional oleh tim medis untuk memastikan proses transisi nutrisinya berjalan aman," tulis pihak Taman Safari Indonesia.

Otoritas TSI menegaskan bahwa proses kunjungan publik untuk melihat Rio akan diberlakukan secara ketat dan dilakukan bertahap dengan pembatasan durasi waktu. Kebijakan ini diambil demi mematuhi protokol kesejahteraan satwa atau animal welfare serta standar konservasi internasional.

Langkah protektif ini bertujuan agar kenyamanan dan kesehatan psikologis Rio tetap terjaga, sekaligus memastikannya tidak mengalami stres selama fase adaptasi dengan kehadiran rona manusia di sekitar kandangnya.

Keberhasilan penangkaran ini menjadi pencapaian yang sangat krusial bagi dunia kelestarian satwa liar. Saat ini, Rio mencatatkan diri sebagai satu-satunya anak panda raksasa yang sukses lahir di luar teritorial China dalam kurun waktu tiga tahun terakhir.

(wiw)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK