Lemak Penting untuk MPASI, Dokter Ungkap Manfaatnya bagi Otak Anak

CNN Indonesia
Rabu, 03 Jun 2026 18:34 WIB
Ilustrasi. Jangan disepelekan, lemak tetap penting untuk anak. (Istockphoto/Oksun70)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banyak orang tua masih menganggap lemak sebagai zat gizi yang perlu dibatasi sejak dini karena dikaitkan dengan obesitas dan penyakit jantung. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya berlaku untuk anak-anak, terutama pada masa awal kehidupan.

Dokter spesialis anak, Ian Suryadi Suteja, menegaskan bahwa lemak merupakan salah satu komponen nutrisi penting yang wajib hadir dalam menu makanan pendamping ASI (MPASI).

"Bagi orang dewasa, gula, garam, lemak (GGL) harus dibatasi. Namun, ini tidak berlaku untuk anak-anak di bawah dua tahun, terutama lemak. Lemak itu penting sekali untuk anak. Lemak wajib ada di tiap menu MPASI anak," kata Ian dalam sacara Grand Relaunch Bumboo Fat Oil, Lemak Asli Untuk Anak Juara di Jakarta, Rabu (3/6).

Menurutnya, lemak termasuk dalam tiga makronutrisi utama bersama karbohidrat dan protein. Sebagai makronutrisi, lemak dibutuhkan dalam jumlah cukup besar untuk memenuhi kebutuhan energi dan mendukung pertumbuhan anak.

"Kebutuhan lemak anak di bawah dua tahun itu sekitar 39 persen, dan di atas dua tahun sekitar 34 persen dari kebutuhan kalorinya setiap hari," ujarnya.

Mengapa lemak penting untuk anak?

Lemak memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar sumber energi. Nutrisi ini juga berkontribusi dalam pembentukan jaringan tubuh, termasuk otak yang berkembang sangat pesat pada dua tahun pertama kehidupan.

Berdasarkan sumbernya, lemak dibagi menjadi lemak hewani dan lemak nabati. Sementara berdasarkan sifatnya, terdapat lemak jenuh (saturated fat) dan lemak tak jenuh (unsaturated fat).

Lemak tak jenuh seperti DHA, omega-3, dan omega-6 dikenal memiliki manfaat besar bagi perkembangan otak anak.

"Otak anak dibentuk dalam dua tahun pertama, dan salah satu pembentuk utama otak adalah lemak. Kalau anak tidak mendapat lemak yang cukup, perkembangan otaknya jadi tidak optimal," jelas Ian.

Tak hanya itu, lemak tak jenuh juga berperan dalam mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran pencernaan yang penting bagi kesehatan usus anak.

Lemak jenuh juga dibutuhkan

Meski kerap mendapat stigma negatif pada orang dewasa, lemak jenuh ternyata tetap memiliki peran penting dalam pola makan anak.

Menurut Ian, kebutuhan nutrisi anak berbeda dengan orang dewasa. Pada anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, lemak jenuh dapat menjadi sumber kalori yang sangat efektif, terutama bagi anak yang mengalami kesulitan menaikkan berat badan.

"Untuk orang dewasa memang perlu dihindari. Tapi bagi anak, lemak jenuh justru sangat penting untuk menyumbang kalori utama. Bila anak kurang nutrisi, berat badannya kurang, berikanlah lemak jenuh," tuturnya.

Satu gram lemak menghasilkan sekitar 9 kilokalori (kkal), lebih dari dua kali lipat energi yang dihasilkan karbohidrat maupun protein yang masing-masing hanya menyediakan 4 kkal per gram. Karena itu, lemak dapat membantu memenuhi kebutuhan energi anak dalam porsi makan yang relatif kecil.

Sumber lemak untuk MPASI

Ada berbagai sumber lemak jenuh yang dapat ditambahkan ke dalam menu MPASI, mulai dari susu, mentega, keju, daging, ayam, hingga santan.

Pemberiannya pun dapat disesuaikan dengan menu harian anak. Lemak bisa dimasukkan langsung saat proses memasak, misalnya dalam sup daging, atau digunakan sebagai tambahan pada makanan.

"Misalnya menambahkan lemak daging pada bubur atau menambahkan butter pada nasi menjadi butter rice," ujar Ian.

Namun, ia mengingatkan orang tua untuk memilih sumber lemak yang berkualitas. Lemak jenuh asli umumnya akan memadat pada suhu ruang dan mencair saat dipanaskan.

"Lemak jenuh akan memutih dan memadat di suhu ruang, lalu mencair bila dipanaskan. Jadi jangan salah, pilih lemak jenuh asli, bukan lemak rasa daging," tegasnya.

Jika memilih produk lemak dalam kemasan, orang tua juga disarankan membaca label komposisi dengan cermat. Pastikan bahan utama yang tercantum adalah sumber lemak yang diinginkan dan minim bahan tambahan yang tidak diperlukan.

Tantangan memberi makan anak bukan hanya soal memilih menu yang tepat, tetapi juga menghadapi berbagai fase seperti gerakan tutup mulut (GTM), picky eater, hingga penolakan makan yang kerap menguji kesabaran orang tua.

Dalam kondisi seperti ini, kualitas nutrisi setiap suapan menjadi semakin penting. CEO Bumboo, Jeffrey Sutanto, mengatakan orang tua perlu memastikan makanan yang berhasil masuk ke mulut anak tetap mengandung gizi dan energi yang cukup.

"Walaupun yang masuk cuma tiga sampai empat suap, pastikan harus padat gizi dan padat kalori. Salah satu sumber kalori adalah lemak hewani," ujarnya.

(tis/tis)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK